Finansial

IHSG Melemah ke Level 6.385, Simak Rekomendasi Saham untuk 24 September 2026

IHSG Melemah ke Level 6.385, Simak Rekomendasi Saham untuk 24 September 2026

Bursa saham Indonesia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,88% ke level 6.385. Pelemahan ini tidak terlepas dari aksi jual investor asing yang mencapai Rp510 miliar. Tekanan jual yang cukup besar membuat sejumlah sektor menjadi pemberat utama indeks, terutama sektor infrastruktur, konsumer non-primer, dan energi. Meskipun demikian, di tengah pelemahan tersebut, sektor transportasi dan kesehatan justru berhasil menguat tipis, memberikan sedikit harapan bagi pelaku pasar.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi tiga saham yang paling berkontribusi terhadap pelemahan IHSG. Selain itu, nilai tukar rupiah juga ikut melemah ke level Rp17.838 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan rupiah ini menambah kekhawatiran pelaku pasar, terutama karena dapat memicu kenaikan suku bunga dan menekan kinerja emiten yang memiliki utang dalam dolar AS.

Dari luar negeri, bursa saham Amerika Serikat justru menguat signifikan. Penguatan tersebut didorong oleh turunnya yield obligasi yang meredakan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi. Saham-saham teknologi kembali menguat dan menjadi motor penggerak indeks di Wall Street. Sementara itu, harga minyak dunia turun tajam di tengah harapan upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Penurunan harga minyak ini memberikan sentimen positif bagi negara-negara importir minyak, namun menjadi tantangan bagi negara penghasil komoditas.

Riset Ciptadana Sekuritas

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia tertanggal 22 September 2026, IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.230 hingga 6.451. Pergerakan tersebut masih berada dalam fase konsolidasi di zona positif jangka menengah, meskipun tertahan oleh batas atas jangka pendek. Fase konsolidasi ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencari arah baru setelah mengalami fluktuasi dalam beberapa sesi terakhir. Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Dalam riset tersebut, Ciptadana Sekuritas memberikan strategi Buy on Weakness dan Speculative Buy untuk empat saham pilihan. Strategi Buy on Weakness berarti membeli saham saat harga sedang tertekan, dengan harapan harga akan kembali naik. Sementara Speculative Buy berarti membeli saham dengan pertimbangan spekulatif karena sudah menunjukkan tanda-tanda penguatan, meskipun risiko tetap ada.

Rekomendasi Saham 24 September 2026

Berikut adalah empat saham yang direkomendasikan oleh Ciptadana Sekuritas beserta analisisnya.

1. BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

Harga Terakhir: Rp6.225
Target Harga: Rp6.400
Batas Rugi (Stop Loss): Rp6.000
Harga Beli Disarankan: Rp6.075
Strategi: Buy on Weakness

Analisis: Harga BBCA turun 1,19% ke Rp6.225 pada 21 September, turun dari level tertinggi Rp6.850. Saat ini, harga BBCA berada di bawah rata-rata pergerakan harganya, yang menandakan bahwa saham ini sedang dalam tekanan. Peluang beli ada di area Rp6.075, dengan target keuntungan jika harga kembali menembus Rp6.400. Investor perlu bersabar karena tren jangka pendek masih cenderung melemah. BBCA sebagai bank dengan fundamental kuat tetap menjadi pilihan jangka panjang, namun secara teknikal masih membutuhkan waktu untuk berbalik arah.

2. EXCL – PT XL Axiata Tbk

Harga Terakhir: Rp2.420
Target Harga: Rp2.600
Batas Rugi (Stop Loss): Rp2.270
Harga Beli Disarankan: Rp2.310
Strategi: Buy on Weakness

Analisis: Harga EXCL turun tajam 3,20% ke Rp2.420 pada 21 September, dan masih berada dalam tren turun. Peluang beli ada di area Rp2.310, dengan target keuntungan jika harga kembali menembus Rp2.600. Dari keempat saham, EXCL mencatat penurunan harian paling besar, sehingga investor perlu ekstra hati-hati sebelum masuk. Tekanan jual yang besar menunjukkan bahwa sentimen terhadap saham ini masih negatif. Namun, bagi investor yang memiliki toleransi risiko tinggi, pelemahan ini bisa menjadi peluang untuk membeli di harga murah, asalkan disiplin menetapkan stop loss.

3. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Harga Terakhir: Rp7.000
Target Harga: Rp7.225
Batas Rugi (Stop Loss): Rp6.825
Harga Beli Disarankan: Rp6.950
Strategi: Buy on Weakness

Analisis: Harga INDF turun tipis 0,36% ke Rp7.000 pada 21 September, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp7.600. Saham ini tampak sudah menyelesaikan koreksinya dan berpotensi berbalik naik, selama harga bisa bertahan di atas Rp7.000. Dari keempat saham, INDF menunjukkan sinyal pembalikan arah yang paling meyakinkan. Fundamental INDF sebagai perusahaan consumer goods yang besar dan stabil menjadi pendukung. Jika harga mampu bertahan di atas Rp7.000, target Rp7.225 berpeluang tercapai.

4. PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk

Harga Terakhir: Rp1.500
Target Harga: Rp1.600
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.460
Harga Beli Disarankan: Rp1.500
Strategi: Speculative Buy

Analisis: Harga PGAS naik 1,69% ke Rp1.500 pada 21 September, satu-satunya saham dari keempatnya yang menguat. Tekanan jual tampak mulai mereda setelah harga stabil di kisaran Rp1.470-1.500, membuka peluang kenaikan lanjutan jika area ini bisa dipertahankan. Strategi speculative buy cocok untuk investor yang ingin mengambil risiko lebih tinggi dengan potensi imbal hasil yang sebanding. Namun, perlu diingat bahwa saham ini bergerak di sektor energi yang sangat dipengaruhi oleh harga komoditas dan kebijakan pemerintah.

Faktor Risiko Utama

Dalam berinvestasi saham, penting untuk selalu mempertimbangkan faktor risiko. Berikut beberapa risiko utama yang perlu diperhatikan berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas.

1. BBCA dan EXCL Masih Tertekan Tren Turun
Kedua saham ini masih berada dalam tren melemah dan diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan harganya. Investor perlu bersabar menunggu tanda pembalikan arah yang lebih meyakinkan sebelum menambah posisi. Memaksakan diri membeli saat tren turun bisa berisiko mengalami kerugian lebih besar.

2. Rupiah Berpotensi Melemah Lebih Jauh
Jika rupiah terus melemah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS, Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga lebih lanjut. Kenaikan suku bunga dapat menambah tekanan pada pasar saham secara keseluruhan, karena biaya modal meningkat dan daya tarik saham menurun dibandingkan obligasi.

3. Ketidakpastian Arah Pasar Secara Umum
Pasar masih dalam fase konsolidasi tanpa arah yang jelas. Sentimen bisa berubah cepat tergantung perkembangan berita ekonomi maupun geopolitik dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap fleksibel dan tidak terlalu agresif.

Kesimpulan

Empat saham pilihan hari ini menawarkan strategi berbeda. BBCA, EXCL, dan INDF cocok dibeli saat harga tertekan (Buy on Weakness) karena masih dalam fase koreksi. Sementara PGAS lebih ke arah spekulatif karena sudah menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Sebagai panduan, harga beli yang disarankan adalah Rp6.075 untuk BBCA, Rp2.310 untuk EXCL, Rp6.950 untuk INDF, dan Rp1.500 untuk PGAS. Tetap disiplin menjaga batas rugi, mengingat arah pasar secara umum masih belum sepenuhnya jelas.

Investasi di pasar saham memerlukan strategi yang matang dan manajemen risiko yang baik. Jangan hanya mengandalkan rekomendasi, tetapi lakukan analisis sendiri dan sesuaikan dengan profil risiko Anda. Bagi yang ingin memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis, aplikasi seperti Bareksa dapat menjadi salah satu pilihan. Bareksa menyediakan data market, riset, dan analisis fundamental, serta akses ke reksa dana, SBN, dan emas dalam satu aplikasi.

FAQ

1. Berapa penurunan IHSG pada 21 September 2026?
IHSG melemah 0,88% ke level 6.385.

2. Berapa nilai aksi jual investor asing?
Investor asing melakukan aksi jual senilai Rp510 miliar.

3. Sektor apa yang menjadi pemberat utama indeks?
Sektor infrastruktur, konsumer non-primer, dan energi.

4. Sektor apa yang masih menguat?
Sektor transportasi dan kesehatan menguat tipis.

5. Saham apa saja yang menjadi penekan utama indeks?
TLKM, BMRI, dan BBCA.

6. Berapa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat itu?
Rupiah melemah ke Rp17.838 per dolar AS.

7. Bagaimana kondisi bursa Amerika Serikat?
Bursa AS menguat signifikan, didorong turunnya yield obligasi dan penguatan saham teknologi.

8. Bagaimana harga minyak dunia?
Harga minyak turun tajam di tengah harapan diplomasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

9. Berapa kisaran perkiraan IHSG menurut Ciptadana Sekuritas?
IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.230 hingga 6.451.

10. Apa strategi yang direkomendasikan Ciptadana Sekuritas?
Buy on Weakness dan Speculative Buy.