Berita

Raphinha Absen di Nominasi Ballon d'Or 2026, Luis Garcia: Ini Lelucon!

Raphinha Absen di Nominasi Ballon d'Or 2026, Luis Garcia: Ini Lelucon!

Ketiadaan nama Raphinha dalam daftar 30 nominasi Ballon d'Or memicu reaksi keras dari pelatih Sevilla, Luis Garcia. Ia menganggap absennya bintang Barcelona itu sebagai hal yang tidak masuk akal, terutama setelah menyaksikan langsung Raphinha mencetak tiga gol saat timnya takluk 1-3 pada laga hari Sabtu lalu. Reaksi tersebut disampaikan Luis Garcia dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, dan langsung menjadi sorotan media internasional.

Raphinha memang sedang menunjukkan performa yang sangat impresif pada awal musim Liga Spanyol (LaLiga). Setelah sukses menyarangkan tiga gol ke gawang Racing Santander pada pekan sebelumnya, pemain asal Brasil itu kembali menorehkan hat-trick di markas Sevilla. Catatan itu sekaligus membantu Barcelona menyapu bersih tujuh pertandingan pertama dengan kemenangan. Namun, pencapaian gemilang tersebut rupanya belum cukup untuk menempatkannya dalam jajaran kandidat peraih penghargaan individu sepak bola paling prestisius yang diumumkan awal bulan ini.

Kekaguman Luis Garcia

Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, pelatih Sevilla tersebut secara blak-blakan menyuarakan ketidakpuasannya terhadap proses seleksi penghargaan tersebut. “Ini lelucon bahwa ia bahkan tidak dinominasikan untuk Ballon d'Or,” kata Luis Garcia dikutip dari ESPN UK, Minggu (20/9/2026). Ia menilai penyerang andalan lawan tersebut merupakan pemain yang sangat krusial dan serba bisa di lapangan.

“Ia adalah penentu kemenangan, itulah mengapa saya tidak percaya pada penghargaan-penghargaan ini. Ia melakukan segalanya,” tegasnya.

Pernyataan Luis Garcia bukan tanpa dasar. Dalam laga Sevilla vs Barcelona di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sabtu (19/9/2026), Raphinha menjadi pembeda. Kubu tuan rumah sempat memberikan perlawanan sengit dan unggul lebih dulu lewat aksi Youssouf Fofana. Sevilla hampir saja menjadi tim pertama yang menjegal sang juara Spanyol musim ini. Namun, mereka akhirnya kewalahan meredam ketajaman Raphinha yang menyamakan kedudukan sebelum turun minum dan menambah dua gol di paruh kedua.

“Barcelona bermain di level tertinggi, meskipun yang menarik perhatian saya adalah Sevilla,” lanjut pelatih berusia 53 tahun itu. “Barcelona harus tampil maksimal untuk mengalahkan kami hari ini. Saya bangga pada para pemain,” pungkasnya.

Transformasi Raphinha 

Kebrutalan Raphinha di depan gawang lawan tidak lepas dari taktik Hansi Flick yang menggesernya ke posisi nomor 9. Keputusan strategis ini diambil menyusul hengkangnya Robert Lewandowski pada musim panas lalu, serta kegagalan klub dalam mendatangkan Julian Alvarez. Peran baru sebagai penyerang tengah ternyata sangat efektif. Raphinha kini telah membukukan total 14 gol di berbagai kompetisi, dengan 12 di antaranya tercipta di pentas liga.

Transformasi ini menunjukkan fleksibilitas dan kecerdasan Raphinha dalam membaca ruang. Ia tidak hanya berperan sebagai penyelesai serangan, tetapi juga terlibat dalam build-up, menekan dari depan, dan membuka ruang bagi rekan setim. Dalam beberapa pertandingan, pergerakannya mirip dengan striker modern yang tidak hanya menunggu bola di kotak penalti, tetapi juga aktif turun ke lini tengah.

Penampilan gemilang di akhir pekan itu juga menjadi momen manis setelah Direktur Olahraga Barcelona, Deco, memastikan perpanjangan masa bakti sang pemain. Raphinha disiapkan untuk menandatangani kontrak baru hingga tahun 2030, memperbarui kontrak lama yang sedianya habis pada 2028. Keputusan ini menegaskan bahwa Barcelona memandang Raphinha sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang klub.

Pujian Hansi Flick

Hansi Flick turut memberikan sanjungan atas dedikasi dan kualitas pemainnya tersebut. “Bagi klub, ini adalah keputusan terbaik untuk memperpanjang kontrak Raphinha,” ungkap Flick. “Lihat saja bagaimana ia menjalin ikatan dengan para penggemar, dengan tim... Ia adalah seorang pemimpin.”

Flick juga menyoroti performa Raphinha musim ini. “Musim ini ia tampil spektakuler. Babak kedua hari ini sungguh luar biasa. Kami tahu kualitas Raphinha dan kami sangat senang dengannya, ia memberi banyak kontribusi bagi kami.”

Terkait posisi baru Raphinha sebagai penyerang tengah, Flick menjelaskan, “Keputusan untuk menempatkannya di tengah diambil oleh staf pelatih, tetapi dengan catatan statistiknya dalam delapan pertandingan ini, dia juga sangat senang bermain sebagai penyerang tengah (No. 9).”

Pernyataan Flick menunjukkan bahwa transformasi Raphinha bukan sekadar solusi sementara, melainkan bagian dari strategi yang telah direncanakan dengan matang. Barcelona kehilangan Lewandowski, tetapi mendapatkan sosok yang mampu mengisi posisi tersebut dengan cara yang berbeda. Raphinha menawarkan mobilitas, kecepatan, dan naluri gol yang membuat lini serang Barcelona tetap tajam.

Mengapa Raphinha Layak Masuk Nominasi?

Jika melihat statistik dan performa, absennya Raphinha dari daftar 30 nominasi Ballon d'Or memang mengejutkan. Ia adalah salah satu pemain paling produktif di LaLiga musim ini. Dengan 12 gol di liga dan 14 gol di semua kompetisi, ia berada di jajaran teratas pencetak gol. Ia juga menjadi bagian dari tim yang menyapu bersih tujuh pertandingan pertama dengan kemenangan. Barcelona tampil dominan, dan Raphinha adalah salah satu arsitek utama di balik performa tersebut.

Selain statistik, Raphinha menunjukkan kepemimpinan dan mentalitas juara. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi penghubung antara lini tengah dan lini serang. Ia bekerja keras untuk tim, baik dalam menyerang maupun bertahan. Dalam banyak pertandingan, ia adalah pemain yang paling sering menciptakan peluang dan merebut bola di area lawan.

Namun, Ballon d'Or bukan hanya tentang statistik. Ada faktor lain seperti popularitas, narasi media, dan prestasi tim di kompetisi Eropa. Barcelona memang tampil gemilang di LaLiga, tetapi kompetisi Eropa masih berjalan. Mungkin itu salah satu alasan mengapa Raphinha belum masuk radar. Meski demikian, kritik Luis Garcia tetap relevan: penghargaan individu sering kali tidak mencerminkan performa nyata di lapangan.

Dampak bagi Barcelona

Bagi Barcelona, absennya Raphinha dari nominasi Ballon d'Or bisa menjadi motivasi tambahan. Pemain asal Brasil itu memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya layak diakui. Dengan kontrak baru hingga 2030, ia memiliki stabilitas dan dukungan penuh dari klub. Performa apiknya juga membantu Barcelona menjaga momentum di LaLiga dan kompetisi Eropa.

Dari sisi taktik, peran baru Raphinha sebagai No. 9 memberi Flick fleksibilitas. Ia bisa menggunakan Raphinha sebagai striker tunggal, second striker, atau bahkan winger jika situasi membutuhkan. Kehadiran pemain seperti Lamine Yamal, Ferran Torres, dan lainnya membuat lini serang Barcelona tetap dinamis.

Penutup

Ketiadaan Raphinha dalam nominasi Ballon d'Or telah memicu perdebatan. Pelatih Sevilla, Luis Garcia, menyebutnya sebagai lelucon dan menegaskan bahwa Raphinha adalah penentu kemenangan yang serba bisa. Dengan 14 gol di semua kompetisi, kontribusinya bagi Barcelona tidak bisa diabaikan. Transformasi menjadi penyerang tengah di bawah asuhan Hansi Flick telah membuka dimensi baru dalam permainannya. Kontrak baru hingga 2030 menjadi bukti kepercayaan klub. Apakah Raphinha akan terus bersinar dan membungkam para peragu? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, saat ini ia adalah salah satu pemain paling berbahaya di LaLiga.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Mengapa Raphinha tidak masuk nominasi Ballon d'Or?
Penyebab pastinya tidak dijelaskan secara resmi. Namun, ketiadaannya memicu kritik dari pelatih Sevilla, Luis Garcia, yang menilai proses seleksi tidak masuk akal.

2. Apa reaksi Luis Garcia terhadap absennya Raphinha?
Luis Garcia menyebutnya sebagai lelucon dan menyatakan tidak percaya pada penghargaan tersebut karena Raphinha adalah penentu kemenangan yang serba bisa.

3. Berapa gol yang dicetak Raphinha saat melawan Sevilla?
Raphinha mencetak tiga gol (hat-trick) dalam kemenangan Barcelona 3-1 atas Sevilla.

4. Berapa total gol Raphinha musim ini?
Raphinha telah mencetak 14 gol di berbagai kompetisi, dengan 12 di antaranya di pentas liga.

5. Mengapa Raphinha dipindahkan ke posisi nomor 9?
Karena kepergian Robert Lewandowski dan kegagalan mendatangkan Julian Alvarez. Hansi Flick menggeser Raphinha ke posisi penyerang tengah.

6. Bagaimana performa Barcelona sejauh ini?
Barcelona menyapu bersih tujuh pertandingan pertama LaLiga dengan kemenangan.

7. Berapa lama kontrak baru Raphinha?
Raphinha akan menandatangani kontrak baru hingga tahun 2030, memperbarui kontrak lama yang habis pada 2028.

8. Apa kata Hansi Flick tentang Raphinha?
Flick memuji dedikasi, kualitas, dan kepemimpinan Raphinha. Ia menyebut Raphinha sebagai pemain yang sangat penting bagi klub dan memiliki ikatan kuat dengan penggemar.

9. Apakah Raphinha senang bermain sebagai penyerang tengah?
Menurut Flick, Raphinha sangat senang bermain sebagai penyerang tengah, terlihat dari statistiknya dalam delapan pertandingan.

10. Apa dampak absennya Raphinha dari nominasi Ballon d'Or bagi Barcelona?
Ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi Raphinha dan tim untuk terus tampil gemilang dan membuktikan kualitas mereka di lapangan.