Meta telah mengejutkan investor dan industri teknologi dengan peluncuran bot kecerdasan buatan (AI) yang sukses untuk tugas sehari-hari. Perusahaan yang selama ini dianggap tertinggal dalam perlombaan AI itu meluncurkan agen AI personal bernama Muse pada awal bulan ini. Muse dirancang untuk pengguna tanpa keterampilan teknis khusus dan sudah mengantongi jutaan unduhan. Kesuksesan ini menjadi titik balik bagi Meta yang sebelumnya sering dikritik karena menghabiskan miliaran dolar untuk AI tanpa menjadi pemimpin di teknologi tersebut.
Selama ini, sebagian besar agen AI yang mampu melakukan tugas secara mandiri menyasar pengguna canggih. Asisten AI open-source OpenClaw sempat viral pada Januari, tetapi penggunaannya memerlukan pengetahuan teknis tertentu, sehingga menjadi penghalang bagi konsumen biasa. Meta mencoba menghadirkan pendekatan berbeda melalui Muse, yang memungkinkan pengguna rata-rata mengelola asisten digital mereka sendiri melalui perintah sederhana dan antarmuka yang mudah dinavigasi. Muse dapat menangani tugas seperti mengirim email, memesan perjalanan, mengisi formulir, atau bernegosiasi atas nama pengguna. Paket dasarnya gratis, tetapi langganan yang lebih kuat dibanderol hingga $100 per bulan.
“Mereka benar-benar berusaha tampil sebagai pembeda dibandingkan beberapa agen AI di pasar,” kata Kara Lee, analis senior di firma intelijen pasar Sensor Tower. Muse telah menanjak di tangga aplikasi populer. Hingga Senin, aplikasi ini menduduki posisi No. 1 untuk aplikasi gratis di Apple App Store, mengalahkan ChatGPT milik OpenAI. Menurut data Sensor Tower, Muse telah mengumpulkan lebih dari 2,5 juta unduhan di Amerika Serikat sejak diluncurkan pada 8 September. Kesuksesan mengejutkan Meta ini membantu mengangkat sahamnya lebih dari 10% pada Senin. Saham tersebut sedikit mendingin pada Selasa, turun 1% menjadi $736,60.
Meta selama ini dinilai keras karena membelanjakan miliaran dolar untuk AI tanpa menjadi pemimpin teknologi, sehingga popularitas Muse mengejutkan sebagian pihak. “Perusahaan ini telah melakukan pekerjaan yang baik dengan meluncurkan produk yang benar-benar bagus,” kata Brent Thill, analis senior Jefferies. Meski demikian, masih harus dilihat apakah minat awal ini akan berlanjut dan tumbuh, serta apakah orang akan mempercayakan data pribadi mereka kepada Muse. Agar Muse menjadi produk konsumen yang bertahan lama, menurut analis, Meta perlu terus memperluas kemampuan agen tersebut dan memberi orang alasan untuk terus kembali.
“Saya tidak tahu apakah Muse akan mencapai miliaran dan miliaran orang,” kata Seema Shah, wakil presiden insights di Sensor Tower. Kenaikan Muse juga telah memicu debat tentang siapa yang menentukan apa yang boleh dilakukan agen AI personal. Amazon memblokir Muse dari platformnya pada Senin. Raksasa e-commerce itu mengatakan tidak mengetahui keberadaan agen tersebut sebelumnya, dan tidak memberi otorisasi kepada Muse untuk mengakses situsnya. Amazon menuduh Muse tampaknya menangkap dan menyimpan kredensial pelanggan tanpa mengidentifikasi dirinya sebagai agen AI.
“Aplikasi pihak ketiga yang menawarkan untuk melakukan pembelian atas nama pelanggan dari bisnis lain harus beroperasi secara terbuka dan menghormati keputusan penyedia layanan tentang apakah akan berpartisipasi atau tidak,” kata juru bicara Amazon dalam sebuah email. Meta tidak menanggapi permintaan komentar. Dalam pengumuman peluncurannya, Meta menyatakan kredensial pengguna “masuk ke penyimpanan aman” dan “Muse tidak memiliki visibilitas ke kata sandi atau metode pembayaran orang.”
Platform e-commerce lain menyambut Muse. “Kami senang mengumumkan bahwa kami bermitra secara mendalam dengan Muse untuk mengaktifkan agentic checkout dengan Shop Pay di semua toko Shopify, menawarkan cara yang mudah dan menyenangkan untuk berbelanja dan checkout dengan Muse,” tulis CEO Shopify Tobias Lütke dalam unggahan di X. CEO Meta Mark Zuckerberg mengindikasikan bahwa kemitraan serupa sedang dalam proses. “Kompetisi tentang siapa yang saya percaya menjadi agen belanja saya sedang berlangsung,” kata Andrew Frank, wakil presiden dan analis terkemuka di Gartner. “Ini benar-benar tentang siapa yang mengendalikan pengalaman.”
Meta dan Perlombaan AI
Meta bukanlah pendatang baru di bidang AI. Perusahaan ini telah menginvestasikan dana besar untuk riset dan pengembangan, termasuk model bahasa besar, infrastruktur komputasi, dan talenta AI. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Meta sering dianggap sebagai pemain yang tertinggal dibandingkan OpenAI, Google, dan Microsoft. Kritik muncul karena belanja AI yang besar belum sepenuhnya menghasilkan produk konsumen yang dominan. Muse kemudian menjadi bukti bahwa strategi Meta mulai membuahkan hasil.
Pendekatan Muse yang menyasar pengguna biasa menjadi pembeda utama. Jika agen AI lain menuntut pemahaman teknis, Muse hadir dengan antarmuka sederhana dan perintah alami. Pengguna dapat meminta Muse mengirim email, memesan tiket pesawat, mengisi formulir online, atau bahkan bernegosiasi. Kemampuan ini menjadikan Muse bukan sekadar chatbot, melainkan asisten yang dapat mengambil tindakan nyata di dunia digital.
Fitur dan Harga Muse
Muse menawarkan paket dasar gratis. Pengguna dapat memanfaatkan kemampuan dasar tanpa biaya. Namun, untuk fitur yang lebih canggih, Meta menyediakan langganan berbayar hingga $100 per bulan. Model bisnis ini mirip dengan layanan AI lain yang menggabungkan akses gratis dengan tier premium. Dengan harga tersebut, Meta menargetkan pengguna yang membutuhkan produktivitas lebih tinggi, baik untuk pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
Kemampuan Muse mencakup:
-
Mengirim email atas nama pengguna.
-
Memesan perjalanan, termasuk tiket dan akomodasi.
-
Mengisi formulir online.
-
Bernegosiasi dalam transaksi tertentu.
-
Melakukan checkout di platform mitra seperti Shopify melalui Shop Pay.
Fitur-fitur ini menunjukkan bahwa Muse dirancang untuk menjadi asisten serba bisa. Namun, semakin besar kewenangan yang diberikan, semakin besar pula pertanyaan tentang keamanan dan privasi.
Kesuksesan di App Store
Muse langsung melesat ke posisi teratas App Store. Mengalahkan ChatGPT dalam kategori aplikasi gratis adalah pencapaian signifikan. Data Sensor Tower mencatat lebih dari 2,5 juta unduhan di AS sejak 8 September. Angka ini menunjukkan minat besar masyarakat terhadap agen AI yang mudah digunakan. Saham Meta pun merespons positif, naik lebih dari 10% pada Senin sebelum turun tipis 1% pada Selasa.
Analis menilai kesuksesan ini mengejutkan karena Meta sebelumnya dianggap tertinggal. Brent Thill dari Jefferies memuji peluncuran produk yang bagus. Namun, ia dan analis lain mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya adalah mempertahankan minat pengguna. Untuk menjadi produk jangka panjang, Muse harus terus berkembang dan memberikan alasan bagi pengguna untuk kembali.
Kontroversi dengan Amazon
Tidak semua pihak menyambut Muse dengan tangan terbuka. Amazon memblokir Muse dari platformnya pada Senin. Amazon menyatakan tidak diberi tahu sebelumnya dan tidak mengotorisasi Muse untuk mengakses situsnya. Amazon menuduh Muse menangkap dan menyimpan kredensial pelanggan tanpa mengidentifikasi diri sebagai agen AI. Tuduhan ini serius karena menyangkut keamanan data dan kepercayaan.
Meta membantah dengan menyatakan bahwa kredensial pengguna disimpan secara aman dan Muse tidak memiliki akses ke kata sandi atau metode pembayaran. Namun, insiden ini menyoroti perlunya standar jelas tentang bagaimana agen AI berinteraksi dengan platform lain. Amazon menegaskan bahwa aplikasi pihak ketiga yang melakukan pembelian atas nama pelanggan harus beroperasi secara terbuka dan menghormati keputusan penyedia layanan.
Dukungan Shopify
Di sisi lain, Shopify justru menyambut baik kehadiran Muse. CEO Shopify Tobias Lütke mengumumkan kemitraan mendalam untuk mengaktifkan agentic checkout dengan Shop Pay di semua toko Shopify. Ini berarti pengguna Muse dapat berbelanja dan checkout dengan mudah melalui agen tersebut. Kemitraan ini menunjukkan bahwa sebagian platform melihat Muse sebagai peluang, bukan ancaman.
Mark Zuckerberg mengindikasikan bahwa kemitraan serupa sedang dalam proses. Ini membuka peluang bagi Meta untuk memperluas ekosistem Muse ke berbagai layanan digital. Namun, setiap kemitraan akan menghadapi pertanyaan tentang kontrol, keamanan, dan privasi.
Siapa yang Mengendalikan Agen AI?
Kenaikan Muse memicu debat lebih luas: siapa yang menentukan apa yang boleh dilakukan agen AI personal? Amazon memblokir, Shopify merangkul. Perbedaan sikap ini menunjukkan bahwa belum ada konsensus tentang peran agen AI dalam ekosistem digital. Andrew Frank dari Gartner menyebut kompetisi ini sebagai perebutan kendali atas pengalaman pengguna. Jika agen AI menjadi perantara utama antara konsumen dan layanan, maka platform yang mengendalikan agen tersebut memiliki kekuatan besar.
Bagi konsumen, pertanyaan utamanya adalah kepercayaan. Apakah mereka nyaman memberikan data pribadi dan kredensial kepada agen AI? Apakah mereka yakin agen tersebut akan bertindak demi kepentingan mereka? Meta perlu menjawab kekhawatiran ini dengan transparansi, keamanan, dan kebijakan privasi yang kuat.
Tantangan ke Depan
Muse menghadapi beberapa tantangan utama:
-
Mempertahankan minat pengguna. Unduhan awal besar, tetapi retensi jangka panjang belum terbukti.
-
Membangun kepercayaan. Isu kredensial dan pemblokiran Amazon dapat merusak reputasi.
-
Memperluas kemampuan. Agen AI harus terus belajar dan menangani lebih banyak tugas.
-
Regulasi. Pemerintah di berbagai negara mungkin menerapkan aturan ketat untuk agen AI yang melakukan transaksi.
-
Kompetisi. OpenAI, Google, dan pemain lain tidak akan tinggal diam.
Kesimpulan
Peluncuran Muse menandai momen penting bagi Meta. Setelah lama dianggap tertinggal, Meta berhasil menghadirkan agen AI yang menarik bagi pengguna biasa. Dengan lebih dari 2,5 juta unduhan di AS, posisi No. 1 di App Store, dan respons positif pasar, Muse menunjukkan potensi besar. Namun, kesuksesan jangka panjang bergantung pada kemampuan Meta mempertahankan minat, membangun kepercayaan, dan mengatasi kontroversi seperti pemblokiran Amazon. Dukungan Shopify dan kemitraan lain memberikan fondasi, tetapi debat tentang kendali dan privasi akan terus berlanjut. Jika Meta mampu menavigasi tantangan ini, Muse bisa menjadi produk AI konsumen yang mengubah cara orang berinteraksi dengan teknologi.
FAQ
1. Apa itu Muse?
Muse adalah agen AI personal yang diluncurkan Meta untuk membantu tugas sehari-hari seperti mengirim email, memesan perjalanan, mengisi formulir, dan bernegosiasi.
2. Kapan Muse diluncurkan?
Muse diluncurkan pada 8 September.
3. Berapa unduhan Muse di AS?
Lebih dari 2,5 juta unduhan di AS sejak peluncuran, menurut Sensor Tower.
4. Apakah Muse gratis?
Paket dasar Muse gratis, tetapi langganan lebih kuat berbayar hingga $100 per bulan.
5. Apa posisi Muse di App Store?
Muse menduduki posisi No. 1 untuk aplikasi gratis di Apple App Store, mengalahkan ChatGPT.
6. Bagaimana reaksi pasar terhadap Muse?
Saham Meta naik lebih dari 10% pada Senin, lalu turun 1% menjadi $736,60 pada Selasa.
7. Mengapa Muse dianggap mengejutkan?
Karena Meta sebelumnya dianggap tertinggal dalam AI dan menghabiskan banyak dana tanpa menjadi pemimpin.
8. Apa yang bisa dilakukan Muse?
Muse dapat mengirim email, memesan travel, mengisi formulir, bernegosiasi, dan melakukan checkout di platform mitra.
9. Siapa yang memblokir Muse?
Amazon memblokir Muse dari platformnya pada Senin.
10. Mengapa Amazon memblokir Muse?
Amazon menuduh Muse menangkap dan menyimpan kredensial pelanggan tanpa mengidentifikasi diri sebagai agen AI dan tanpa otorisasi.