Manchester City secara resmi mengonfirmasi penandatanganan gelandang Enzo Fernandez dari Chelsea pada bursa transfer musim panas 2026. Kepindahan ini menjadi salah satu transfer terbesar dalam sejarah Premier League, dengan nilai mencapai 125 juta poundsterling atau sekitar Rp3 triliun, sekaligus menyamai rekor transfer termahal di Inggris yang sebelumnya dicatatkan Alexander Isak ketika pindah dari Newcastle United ke Liverpool pada tahun 2025.
Gelandang internasional Argentina berusia 25 tahun itu telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, yang akan mengikatnya di Etihad Stadium hingga musim panas 2031. Kepindahan ini terjadi pada hari terakhir bursa transfer (deadline day) dan mengakhiri saga panjang yang menyelimuti masa depan Fernandez di London Barat sepanjang musim panas 2026.
Pernyataan Resmi dan Sambutan Hangat
Dalam pernyataan resminya setelah bergabung dengan Manchester City, Fernandez mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari klub yang ia sebut sebagai klub tersukses di Inggris dalam beberapa waktu terakhir.
“Manchester City adalah klub tersukses di Inggris dalam beberapa waktu terakhir. Setiap pemain ingin menjadi bagian dari klub seperti ini karena semua orang tahu betapa baiknya pengelolaan City,” ujar Fernandez dikutip dari laman resmi Manchester City.
“Saya sangat bahagia berada di sini, dan saya siap menghadapi tantangan untuk membantu City terus memenangkan trofi. Ini adalah klub yang dibangun untuk meraih kesuksesan. Jika melihat komposisi skuadnya, City memiliki kualitas di setiap lini. Saya ingin belajar dari rekan-rekan setim yang baru dan menjadi pemain yang lebih baik,” lanjutnya.
Fernandez juga menegaskan komitmennya untuk memberikan segalanya bagi tim barunya. “Siapa pun yang pernah bekerja sama dengan saya pasti tahu betapa kerasnya saya berlatih setiap hari dan seberapa besar usaha yang saya kerahkan dalam pertandingan. Saya selalu memberikan segalanya, dan saya berjanji kepada Manchester City bahwa hal itu akan terus berlanjut selama saya di sini,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak klub yang telah mewujudkan transfer ini. “Saya ingin berterima kasih kepada Hugo, Enzo, Khaldoon, dan semua orang di City yang telah mewujudkan kesepakatan ini. Saya ingin membalas kepercayaan yang diberikan kepada saya sesegera mungkin,” tambahnya.
Direktur Sepak Bola Manchester City, Hugo Viana, menyambut antusias kedatangan Fernandez. “Di Manchester City, kami selalu berupaya mendatangkan pemain kelas dunia, dan Enzo adalah sosok yang tepat. Dia adalah gelandang yang komplet: memiliki kemampuan teknis mumpuni, pekerja keras, gigih, dan juga pencetak gol,” puji Viana.
Viana juga menyoroti fleksibilitas taktis Fernandez. “Dia piawai memainkan berbagai gaya permainan. Dia nyaman bermain dalam skema penguasaan bola, namun juga efektif saat melancarkan serangan balik. Fakta bahwa dia telah tampil di dua final Piala Dunia dan memenangkan trofi bergengsi di berbagai negara pada usia yang baru menginjak 25 tahun sudah cukup menggambarkan mentalitas, profesionalisme, serta kualitas teknisnya,” tambahnya.
“Kami sangat senang bisa mendatangkannya ke sini dan sangat yakin ia akan meningkatkan kualitas tim kami,” pungkas Viana.
Perjalanan Karier yang Gemilang
Lahir di Villa Bonich, San Martin—bagian dari wilayah metropolitan Buenos Aires—Enzo Fernandez telah terpikat oleh sepak bola sejak usia dini. Keluarganya sebagian besar adalah penggemar berat River Plate; bahkan, namanya diambil dari nama gelandang serang legendaris River, Enzo Francescoli.
Fernandez bergabung dengan River Plate saat baru berusia enam tahun dan secara bertahap meniti karier melalui jenjang tim muda di klub masa kecilnya. Pada usia 18 tahun, ia dipinjamkan ke Defensa y Justicia selama dua tahun. Di bawah asuhan manajer Hernan Crespo—mantan penyerang Parma, Inter, dan AC Milan yang merupakan ikon sepak bola Argentina—Fernandez perlahan memantapkan posisinya sebagai pemain inti serta berhasil memenangkan Copa Sudamericana 2020 dan Recopa Sudamericana 2021.
Masa peminjaman itu menjadi titik balik yang mengubah karier Fernandez; ia kembali ke River sebagai pemain yang lebih baik dan lebih komplet, serta turut mengantarkan tim tersebut meraih gelar juara liga pada tahun 2021.
Klub-klub Eropa segera berdatangan untuk meminangnya, dan Benfica-lah yang berhasil mendapatkan tanda tangannya pada musim panas 2022. Mengenakan nomor punggung 13 yang identik dengan legenda klub Eusebio, ia beradaptasi dengan sepak bola Eropa tanpa kesulitan berarti.
Piala Dunia 2022 dan Jalan Menuju Puncak
Piala Dunia 2022-lah yang melambungkan nama Fernandez ke kancah dunia. Argentina sukses meraih trofi ketiga mereka, dan performa Fernandez sungguh luar biasa. Meski baru berusia 21 tahun, kualitas permainannya yang menyeluruh menjadi buah bibir di dunia sepak bola. Ia tampak mampu melakukan segalanya: sosok petarung, pencetak gol, sekaligus pengatur jalannya pertandingan.
Berkat performa gemilangnya—dan hanya enam bulan setelah pindah ke Portugal saat Benfica sedang dalam jalur menuju gelar juara—ia hijrah ke Premier League untuk bergabung dengan Chelsea pada Januari 2023 dengan nilai transfer 106,8 juta poundsterling, yang saat itu merupakan rekor transfer termahal Inggris.
Kiprah di Chelsea
Selama tiga setengah tahun membela Chelsea, Fernandez telah mencatatkan 170 penampilan, mencetak 31 gol, dan memberikan 30 assist. Ia menjadi sosok kunci dalam skuad Chelsea yang menjuarai UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA pada tahun 2025. Pada turnamen Club World Cup 2025, Fernandez bahkan menjadi penyedia assist terbanyak dengan tiga assist dan juga mencetak satu gol.
Di kancah internasional, Fernandez sukses menjuarai Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024 bersama Argentina. Pada musim panas 2026, ia kembali tampil di final Piala Dunia bersama La Albiceleste, meskipun harus mengakui keunggulan Spanyol dalam laga puncak yang berakhir dengan kekalahan 1-0.
Namun, final Piala Dunia 2026 juga meninggalkan catatan pahit bagi Fernandez. Ia menerima kartu merah pada menit ke-90+3 setelah mendapatkan kartu kuning kedua, menjadikannya pemain pertama yang dikeluarkan dari lapangan dalam final Piala Dunia sejak tahun 2010. Kartu merah tersebut menjadi titik balik yang mempersulit perjuangan Argentina di babak tambahan.
Gelandang Modern yang Sempurna
Fernandez bisa dibilang sebagai gelandang modern yang sempurna—pemain yang nyaman menguasai bola, memiliki teknik luar biasa, visi permainan yang hebat, jangkauan operan yang luas, serta kemampuan mencetak gol. Ia selalu terlibat aktif dalam permainan dan tidak pernah gentar; sosok pemimpin yang justru tampil gemilang di laga-laga besar maupun situasi penuh tekanan.
Kemampuannya untuk masuk ke kotak penalti dari lini kedua dan menyambut bola mungkin merupakan aset yang paling menonjol. Pada musim 2025/2026 bersama Chelsea, Fernandez tampil dalam 54 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan 15 gol dan 7 assist. Catatan tersebut menjadi salah satu alasan utama City berani mengeluarkan dana besar untuk memboyongnya.
Reuni dengan Enzo Maresca
Kedatangan Fernandez ke Manchester City juga mempertemukannya kembali dengan manajer anyar City, Enzo Maresca. Keduanya pernah bekerja sama selama 18 bulan di Chelsea, di mana Fernandez tampil gemilang di bawah asuhan Maresca sebagai gelandang yang aktif masuk ke kotak penalti dan mencetak gol dari posisi yang lebih maju di sisi kiri lapangan.
Maresca sendiri baru saja ditunjuk sebagai manajer Manchester City pada musim panas 2026, menggantikan legenda Pep Guardiola dengan kontrak tiga tahun hingga 2029. Reuni dengan mantan pelatihnya di Chelsea ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi Fernandez di skuat barunya.
Perombakan di Lini Tengah City
Transfer Fernandez menjadi bagian dari perombakan besar-besaran yang dilakukan Manchester City di bursa transfer musim panas 2026. City kehilangan sejumlah gelandang senior, termasuk Bernardo Silva yang hengkang setelah kontraknya berakhir, serta Rodri, Nico Gonzalez, dan Tijjani Reijnders yang juga meninggalkan klub.
Sebelum mendatangkan Fernandez, City telah merekrut Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan nilai £116 juta dan Ayyoub Bouaddi dari Lille dengan nilai awal €95 juta. Dengan total belanja musim panas mencapai sekitar £435 juta—lebih dari £325 juta di antaranya untuk lini tengah—City menunjukkan ambisi besar untuk mempertahankan dominasi di kompetisi domestik dan Eropa.
Rekor Transfer
Transfer Fernandez senilai £125 juta menyamai rekor transfer termahal dalam sejarah sepak bola Inggris yang sebelumnya dibuat Alexander Isak ketika pindah dari Newcastle United ke Liverpool pada tahun 2025. Menariknya, Fernandez kini menjadi pemain pertama yang dua kali terlibat dalam transfer dengan nilai lebih dari 100 juta poundsterling, setelah Chelsea sebelumnya mendatangkannya dari Benfica pada 2023 dengan nilai sekitar 106,7 juta poundsterling.
Chelsea akan meraup keuntungan sekitar £18 juta dari penjualan Fernandez, setelah mendatangkannya dari Benfica dengan nilai £107 juta pada Januari 2023. Fernandez sebenarnya telah berusaha meninggalkan Stamford Bridge sejak awal tahun 2026 dan awalnya tergoda pindah ke Real Madrid. Namun klub Spanyol tersebut tidak tertarik dan merilis pernyataan bahwa mereka tidak berniat merekrutnya.
Penutup
Kedatangan Enzo Fernandez ke Manchester City menandai babak baru dalam karier gelandang Argentina yang masih berusia 25 tahun ini. Dengan segudang pengalaman di level tertinggi—mulai dari Argentina, Portugal, hingga Inggris, serta dua final Piala Dunia dan berbagai trofi bergengsi—Fernandez membawa kualitas kelas dunia ke Etihad Stadium.
Di bawah asuhan mantan pelatihnya, Enzo Maresca, Fernandez diharapkan dapat segera beradaptasi dan menjadi motor serangan baru bagi The Citizens. Kemampuannya sebagai gelandang serba bisa yang mampu menguasai bola, mengatur ritme permainan, sekaligus mencetak gol, menjadikannya tambahan yang sempurna untuk skuat yang tengah menjalani transisi pasca-era Guardiola.
Bagi Manchester City, investasi sebesar £125 juta untuk Fernandez bukan sekadar pembelian pemain, melainkan pernyataan ambisi bahwa mereka tetap menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa. Dengan kontrak hingga 2031, Fernandez memiliki waktu yang cukup untuk menorehkan prestasi dan menjadi bagian dari sejarah kejayaan Manchester City di masa depan.
FAQ Seputar Enzo Fernandez
1. Berapa nilai transfer Enzo Fernandez ke Manchester City?
Manchester City resmi mendatangkan Enzo Fernandez dari Chelsea dengan nilai transfer 125 juta poundsterling (sekitar Rp3 triliun), menyamai rekor transfer termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.
2. Berapa durasi kontrak Enzo Fernandez di Manchester City?
Fernandez menandatangani kontrak berdurasi lima tahun yang akan mengikatnya di Etihad Stadium hingga musim panas 2031.
3. Mengapa Manchester City membeli Enzo Fernandez?
City kehilangan sejumlah gelandang senior pada musim panas 2026, termasuk Bernardo Silva, Rodri, Nico Gonzalez, dan Tijjani Reijnders. Fernandez dianggap sebagai gelandang komplet yang mampu mengisi kekosongan tersebut dengan kemampuannya dalam menguasai bola, mengatur permainan, dan mencetak gol.
4. Apa saja prestasi yang telah diraih Enzo Fernandez?
Fernandez telah memenangkan Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024 bersama Argentina. Di level klub, ia meraih Copa Sudamericana dan Recopa Sudamericana bersama Defensa y Justicia, gelar liga Argentina bersama River Plate, Primeira Liga bersama Benfica, serta UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA bersama Chelsea.
5. Apakah Enzo Fernandez pernah bermain di bawah asuhan Enzo Maresca sebelumnya?
Ya, Fernandez dan Maresca pernah bekerja sama selama 18 bulan di Chelsea sebelum Maresca ditunjuk sebagai manajer Manchester City pada musim panas 2026.
6. Bagaimana performa Enzo Fernandez di musim 2025/2026?
Pada musim 2025/2026 bersama Chelsea, Fernandez tampil dalam 54 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan 15 gol dan 7 assist.
7. Apa yang terjadi dengan Enzo Fernandez di final Piala Dunia 2026?
Fernandez menerima kartu merah pada menit ke-90+3 setelah mendapatkan kartu kuning kedua dalam final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol. Ia menjadi pemain pertama yang dikeluarkan dari lapangan dalam final Piala Dunia sejak tahun 2010. Argentina akhirnya kalah 1-0 dari Spanyol.
8. Apakah ini pertama kalinya Enzo Fernandez pindah dengan nilai di atas £100 juta?
Tidak. Chelsea sebelumnya mendatangkan Fernandez dari Benfica pada Januari 2023 dengan nilai sekitar 106,7 juta poundsterling. Dengan transfer ke Manchester City senilai £125 juta, Fernandez menjadi pemain pertama yang dua kali terlibat dalam transfer dengan nilai lebih dari £100 juta.