Berita

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran Gara-Gara "Free Palestine"

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran Gara-Gara "Free Palestine"

Rangkaian konser Loop Tour Ed Sheeran di benua Amerika diliputi kontroversi pada Selasa (15/9/2026). Sejumlah musisi pendamping mundur satu demi satu setelah nama rapper Macklemore dicoret dari daftar konser. Keputusan ini memicu gelombang solidaritas dari para musisi yang menolak diam ketika seniman dibungkam karena bersuara untuk Palestina.

Sehari sebelumnya, Macklemore mengatakan dirinya dikeluarkan dari tur karena aksi solidaritasnya kepada Palestina. Ed Sheeran kemudian menegaskan bahwa keputusan itu bukan berasal darinya, melainkan dari promotor tur. Kontroversi ini pun berkembang menjadi diskusi lebih luas tentang kebebasan berekspresi, solidaritas, dan peran miliarder dalam industri hiburan.

Musisi yang Mengundurkan Diri

Sejumlah musisi pendamping memutuskan untuk mundur dari tur tersebut sebagai bentuk protes dan solidaritas terhadap Macklemore. Musisi asal Irlandia, Aaron Rowe, dan grup pengiring musik tradisional Beoga mengumumkan pengunduran diri mereka. Langkah serupa juga diambil oleh musisi asal Denmark, Lukas Graham, dan penyanyi Amerika Serikat, Finneas, yang merupakan saudara Billie Eilish.

"Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk membela orang-orang yang tertindas," kata Finneas melalui Instagram.

"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jadwal tur saya bersama Ed Sheeran yang akan datang. Saya mendukung Palestina dan rakyatnya," lanjutnya.

Rowe mengatakan bahwa ia tidak "mengambil keputusan ini dengan mudah". Ia juga menekankan hubungan pertemanannya dengan Ed Sheeran, yang ia ucapkan terima kasih karena telah "mengubah hidupnya".

"Namun, sebagai orang Irlandia, kami sangat memahami genosida, kelaparan yang dipaksakan, dan pendudukan dengan kekerasan," tulisnya di Instagram.

Beoga juga menyinggung latar belakang mereka sebagai orang Irlandia. "Kami adalah orang Irlandia yang memahami kolonialisme. Kami adalah band tradisional Irlandia yang tidak pernah membayangkan akan tampil di stadion sebesar itu dan kami tidak mengabaikan besarnya kesempatan tersebut," lanjut mereka.

Lukas Graham juga menyebut pengunduran diri itu sebagai keputusan yang sulit. "Uang tidak memberi seseorang hak untuk menguasai percakapan. Kekayaan seseorang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui." Pernyataan itu tampaknya merujuk pada peran miliarder Robert Kraft dalam keputusan mengeluarkan Macklemore dari konser.

Mengapa Macklemore Dicoret dari Konser Ed Sheeran?

Macklemore mengatakan dirinya dikeluarkan dari Loop Tour setelah meneriakkan "Free Palestine!" saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey, pada 5 September lalu. Saat itu, ia membawakan lagu berjudul Hind's Hall. Lagu tersebut berkisah tentang Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia 5 tahun yang tewas dalam perang Gaza pada tahun 2024. Sebelum meninggal, rekaman panggilan teleponnya dengan petugas medis sempat tersebar luas setelah keluarganya terbunuh. Bulan lalu, militer Israel memerintahkan penyelidikan kriminal terkait kematiannya.

"Untuk seluruh saudara-saudari Yahudi saya, kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan penolakan terhadap genosida sama sekali bukanlah kritik terhadap kalian," kata Macklemore dalam konser tersebut.

Para pejabat Israel secara konsisten menolak tuduhan bahwa negara itu melakukan genosida di Gaza. Pada Senin (14/9), Macklemore mengatakan bahwa beberapa lokasi konser di Amerika Serikat tempat tur itu akan digelar telah memberi tahu promotor bahwa mereka tidak akan mengizinkannya menjadi pembuka konser Ed Sheeran. Ia juga menuduh pemilik Stadion Gillette, Robert Kraft, telah menggalang dukungan untuk menentangnya.

Pada hari yang sama, Kraft mengatakan keputusan membatalkan penampilan Macklemore akhirnya ditentukan karena komentar-komentar terbarunya serta "riwayat pernyataan dan penggunaan simbol antisemit yang lebih luas, yang kami yakini sangat menyinggung dan menyakiti komunitas Yahudi."

Respons Ed Sheeran

Sementara itu, Ed Sheeran berusaha menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam keputusan tersebut. "Macklemore dikeluarkan dari Loop Tour adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya," tulisnya.

"Saya tidak akan pernah mengecewakan penggemar yang telah membuat rencana, maupun meninggalkan kru konser dan musisi pendamping lainnya yang bergantung pada saya untuk bekerja dan mencari nafkah," lanjutnya.

Penyanyi asal Inggris itu juga menegaskan bahwa ia tidak akan memihak dalam konflik Israel-Palestina. "Saya memilih menggunakan ketenaran dan platform saya sebagai tempat yang aman dan perlindungan, untuk menjaga diplomasi dan mempertahankan percakapan agar tetap terbuka, bukan tertutup," ujarnya.

Solidaritas dan Kebebasan Berekspresi

Kontroversi ini menyentuh beberapa isu penting. Pertama, kebebasan berekspresi seniman. Macklemore dikeluarkan dari tur karena menyuarakan solidaritas untuk Palestina. Tindakan ini memicu pertanyaan tentang sejauh mana seniman boleh menyampaikan pandangan politiknya tanpa konsekuensi profesional. Finneas, Lukas Graham, dan yang lainnya memilih untuk mundur sebagai bentuk protes, menunjukkan bahwa solidaritas di antara seniman masih kuat.

Kedua, peran miliarder dalam industri hiburan. Nama Robert Kraft muncul sebagai pihak yang diduga menggalang dukungan untuk mengeluarkan Macklemore. Kraft adalah pemilik Stadion Gillette dan juga dikenal sebagai pendukung Israel. Kekuatan finansialnya memungkinkan ia mempengaruhi keputusan promotor. Lukas Graham secara tidak langsung menyoroti hal ini: "Uang tidak memberi seseorang hak untuk menguasai percakapan."

Ketiga, posisi Ed Sheeran. Sebagai bintang utama tur, Ed Sheeran berada di posisi yang sulit. Ia menegaskan tidak terlibat dalam keputusan tersebut dan ingin tetap netral. Namun, keputusannya untuk tidak memihak justru menimbulkan kritik dari sebagian pihak yang menganggapnya tidak berpihak pada keadilan. Di sisi lain, ada juga yang memahami posisinya yang ingin menjaga tur tetap berjalan dan tidak mengecewakan penggemar.

Keempat, dampak pada tur. Mundurnya sejumlah musisi pendamping tentu memengaruhi jalannya tur. Beoga, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Finneas adalah nama-nama yang memiliki penggemar sendiri. Kehilangan mereka bisa mengurangi daya tarik tur, meskipun Ed Sheeran tetap menjadi magnet utama.

Dampak bagi Industri Musik

Kontroversi ini bisa menjadi preseden bagi industri musik. Seniman semakin berani menyuarakan pandangan politik mereka, dan ketika ada yang dibungkam, solidaritas muncul. Di sisi lain, promotor dan pemilik venue juga memiliki kepentingan bisnis yang harus dijaga. Ketegangan antara kebebasan berekspresi dan kepentingan komersial akan terus menjadi dinamika yang menarik.

Bagi penggemar, situasi ini membingungkan. Mereka yang mendukung Palestina mungkin merasa kecewa dengan Ed Sheeran, sementara yang lain hanya ingin menikmati konser tanpa terlibat dalam politik. Namun, dalam era di mana segala sesuatu terhubung, sulit untuk memisahkan seni dari politik.

Penutup

Keputusan mengeluarkan Macklemore dari Loop Tour Ed Sheeran telah memicu gelombang solidaritas dari musisi lain yang memilih mundur. Kontroversi ini menyoroti isu kebebasan berekspresi, peran uang dalam industri hiburan, dan dilema bagi seniman yang ingin tetap netral. Ed Sheeran menegaskan bahwa keputusan itu bukan darinya, tetapi dampaknya tetap terasa.

Sementara itu, Macklemore tetap pada pendiriannya. Ia menggunakan platformnya untuk menyuarakan solidaritas bagi Palestina, dan sejumlah musisi memilih untuk berdiri bersamanya. Apa pun pandangan kita tentang konflik ini, satu hal yang jelas: seni dan politik tidak dapat dipisahkan, dan seniman memiliki kekuatan untuk mempengaruhi percakapan global.

Kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya. Apakah tur Ed Sheeran akan tetap berjalan sesuai rencana, atau akankah kontroversi ini terus berkembang?

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Mengapa Macklemore dikeluarkan dari tur Ed Sheeran?
Macklemore dikeluarkan setelah meneriakkan "Free Palestine!" saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey, pada 5 September 2026. Keputusan itu diambil oleh promotor tur, bukan Ed Sheeran.

2. Siapa saja musisi yang mundur dari tur?
Aaron Rowe, Beoga, Lukas Graham, dan Finneas.

3. Apa alasan mereka mundur?
Sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore dan dukungan untuk Palestina, serta protes terhadap pembungkaman seniman.

4. Apa kata Ed Sheeran tentang keputusan ini?
Ed Sheeran menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore adalah keputusan promotor, bukan dirinya. Ia ingin tetap netral dan tidak memihak dalam konflik Israel-Palestina.

5. Siapa Robert Kraft dan apa perannya?
Robert Kraft adalah pemilik Stadion Gillette. Ia diduga menggalang dukungan untuk mengeluarkan Macklemore. Kraft mengatakan keputusan itu diambil karena komentar dan riwayat pernyataan Macklemore yang dianggap antisemit.

6. Apa itu lagu Hind's Hall?
Lagu yang dibawakan Macklemore, berkisah tentang Hind Rajab, anak Palestina berusia 5 tahun yang tewas dalam perang Gaza 2024.

7. Apakah Ed Sheeran memihak Israel atau Palestina?
Ed Sheeran menegaskan tidak akan memihak. Ia ingin menggunakan platformnya untuk menjaga diplomasi dan percakapan tetap terbuka.

8. Apa dampak kontroversi ini pada tur?
Mundurnya sejumlah musisi pendamping mengurangi daya tarik tur, meskipun Ed Sheeran tetap menjadi magnet utama.

9. Apakah ada reaksi dari Israel?
Pejabat Israel secara konsisten menolak tuduhan genosida di Gaza. Tidak ada reaksi resmi spesifik terkait kontroversi ini.

10. Apa pelajaran dari kontroversi ini?
Bahwa seni dan politik tidak dapat dipisahkan. Seniman memiliki kekuatan untuk mempengaruhi percakapan, dan solidaritas di antara mereka bisa muncul ketika ada yang dibungkam.