Berita

Kenapa Franck Kessié Pilih Atalanta daripada Juventus? Ini Alasan dan Faktor Penentunya

Kenapa Franck Kessié Pilih Atalanta daripada Juventus? Ini Alasan dan Faktor Penentunya

Keputusan transfer musim panas 2026 kembali memunculkan kejutan. Franck Kessié, gelandang bertahan asal Pantai Gading, secara resmi bergabung dengan Atalanta setelah sebelumnya santer dikabarkan akan merapat ke Juventus. Padahal, Juventus disebut-sebut telah mencapai kesepakatan personal lebih dulu dengan sang pemain. Namun, pada menit-menit akhir bursa transfer, Kessié justru memilih pulang ke klub yang pernah membesarkan namanya. Keputusan ini memicu banyak pertanyaan: apa yang membuat Kessié menolak tawaran Juventus dan memilih Atalanta?

Artikel ini akan mengupas tuntas alasan di balik keputusan Kessié, faktor-faktor penentunya, serta dampak transfer ini bagi kedua klub dan karier sang pemain.

Profil Singkat Franck Kessié

Franck Yannick Kessié lahir pada 19 Desember 1996 di Ouragahio, Pantai Gading. Karier Eropa dimulai bersama Atalanta pada 2015. Setelah dipinjamkan ke Cesena, Kessié kembali dan tampil gemilang bersama La Dea pada musim 2016/2017, mencetak 7 gol dari 31 penampilan sebagai gelandang box-to-box. Penampilannya itu membuat AC Milan memboyongnya pada 2017. Selama lima musim di Milan, Kessié menjadi salah satu gelandang terbaik Serie A dan ikut mengantarkan Rossoneri menjuarai Scudetto 2021/2022.

Setelah kontraknya habis, Kessié pindah ke Barcelona pada 2022, lalu ke Al-Ahli (Arab Saudi) pada 2024. Pada musim panas 2026, ia memutuskan kembali ke Eropa. Dua klub Italia yang paling serius mendatangkannya adalah Juventus dan Atalanta.

Ketertarikan Juventus dan Proses Negosiasi

Juventus di bawah asuhan Thiago Motta membutuhkan gelandang tengah berpengalaman untuk menggantikan peran Manuel Locatelli yang pindah ke Manchester City. Direktur olahraga Cristiano Giuntoli melihat Kessié sebagai profil ideal: kuat secara fisik, paham taktik Italia, dan sudah hafal atmosfer Serie A.

Menurut laporan dari Fabrizio Romano, Juventus mengajukan tawaran kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun, gaji bersih sekitar 6 juta euro per musim. Negosiasi berjalan cepat dan sempat dikabarkan tinggal menunggu tanda tangan. Bahkan, media-media besar Italia seperti La Gazzetta dello Sport sempat menulis bahwa Kessié akan menjalani tes medis di Turin pada pekan terakhir Agustus 2026.

Namun, di tengah proses tersebut, Atalanta masuk dengan penawaran yang tidak hanya menarik secara finansial, tetapi juga menyentuh sisi emosional sang pemain.

Alasan Utama Kessié Memilih Atalanta

Ada beberapa faktor penentu yang membuat Kessié membelokkan arah dari Turin ke Bergamo.

a. Faktor Emosional dan Sejarah Pribadi

Atalanta adalah klub yang memberinya panggung pertama di Eropa. Kessié masih berusia 18 tahun saat pertama kali tiba di Bergamo pada 2015. Ia tumbuh, belajar bahasa Italia, dan beradaptasi dengan sepak bola Eropa di kota itu. Kembali ke Atalanta berarti kembali ke "rumah".

"Atalanta selalu ada di hati saya. Di sinilah saya belajar menjadi pemain sejati. Ketika mereka menelepon, saya merasa ini adalah panggilan untuk pulang," ujar Kessié dalam konferensi pers perkenalannya.

b. Jaminan Peran Kunci dan Kepercayaan Pelatih

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, secara pribadi menelepon Kessié untuk meyakinkannya. Gasperini merancang skema 3-4-2-1 dengan Kessié sebagai poros utama lini tengah—posisi yang diyakini paling cocok dengan karakter bermainnya. Sementara itu, di Juventus, Kessié harus bersaing dengan Teun Koopmeiners dan Nicolo Fagioli. Tidak ada jaminan tempat utama.

c. Kejelasan Proyek dan Gaya Bermain

Gaya bermain Gasperini yang menyerang dan mengandalkan gelandang box-to-box dianggap lebih cocok untuk Kessié. Sementara taktik Juventus yang lebih terstruktur dan sabar dinilai bisa mengurangi naluri ofensifnya.

d. Ikatan dengan Suporter

Kessié masih diingat dengan baik oleh suporter Atalanta. Kembalinya ia disambut bak pahlawan. Ribuan tifosi La Dea menunggunya di luar stadion saat sesi perkenalan. Ini adalah bentuk penghormatan yang tidak bisa diukur dengan uang.

e. Pertimbangan Keluarga

Istri dan anak-anak Kessié disebut lebih nyaman tinggal di Bergamo yang tenang dibandingkan Turin. Faktor ini sering kali diremehkan, tetapi bagi pemain, kenyamanan keluarga sangat menentukan.

Faktor Ekonomi: Atalanta Mampu Bersaing

Secara finansial, Atalanta sebenarnya tidak kalah. Setelah lolos Liga Champions dan mendapatkan dana segar dari penjualan beberapa pemain, Atalanta berani menawarkan gaji bersih 5,5 juta euro per musim plus bonus besar. Nilainya memang sedikit di bawah tawaran Juventus, tetapi Atalanta menambahkan klausul perpanjangan otomatis jika tampil minimal 30 pertandingan.

Selain itu, Atalanta memberikan peran sebagai duta klub untuk proyek pengembangan sepak bola di Afrika, yang sangat berarti bagi Kessié yang ingin berkontribusi untuk negaranya.

Reaksi Juventus dan Atalanta

Pihak Juventus disebut kecewa berat. Mereka merasa telah melakukan segalanya untuk mendatangkan Kessié. Namun, direktur Giuntoli mengakui bahwa dalam sepak bola, keputusan pemain adalah hal yang harus dihormati.

"Ini keputusan pribadi. Kami sudah mencoba, tetapi dia memilih jalan lain. Kami fokus ke target lain," kata Giuntoli singkat.

Sementara itu, Atalanta merayakan kembalinya Kessié dengan merilis video dokumenter singkat berjudul "Il Ritorno del Presidente" (Kembalinya Sang Presiden). Julukan "Presiden" memang melekat pada Kessié saat masih muda di Atalanta karena ketenangan dan kepemimpinannya di lapangan.

Dampak Transfer Ini

a. Bagi Atalanta

Kehadiran Kessié membuat lini tengah Atalanta menjadi salah satu yang terkuat di Italia. Kombinasi Kessié, Ederson, dan Teun Koopmeiners (jika bertahan) akan menakutkan bagi lawan. Target Atalanta musim ini bukan lagi sekadar lolos Eropa; mereka ingin bersaing di papan atas dan melaju jauh di Liga Champions.

b. Bagi Juventus

Juventus harus segera bergerak mencari alternatif. Nama-nama seperti Manuel Ugarte (PSG) dan Carlos Baleba (Brighton) masuk radar. Jika gagal mendapat pengganti sepadan, lini tengah Juventus bisa menjadi titik lemah.

c. Bagi Kessié

Bagi Kessié, ini adalah kesempatan untuk menutup karier di Eropa dengan cara yang indah. Di usia 29 tahun, ia masih punya 3–4 musim terbaik di kaki. Jika mampu membawa Atalanta juara, status legenda akan abadi.

Perbandingan Tawaran

Faktor Juventus Atalanta
Gaji bersih €6 juta €5,5 juta
Durasi kontrak 2+1 tahun 3 tahun
Peran utama Tidak dijamin Dijamin poros utama
Gaya bermain Terstruktur Menyerang
Kota Turin Bergamo
Koneksi emosional Tidak ada Mantan klub
Suporter Netral Sambutan heroik
Proyek Rebut Scudetto Lolos UCL & papan atas

FAQ Seputar Transfer Kessié

1. Berapa nilai transfer Kessié ke Atalanta?
Kessié berstatus bebas transfer karena kontraknya di Al-Ahli berakhir.

2. Berapa lama kontrak Kessié di Atalanta?
Tiga tahun, hingga 2029.

3. Nomor berapa yang dipakai Kessié?
Kessié kembali memakai nomor 79, nomor yang sama saat pertama kali membela Atalanta.

4. Apakah Kessié akan menjadi kapten Atalanta?
Tidak langsung. Kapten saat ini adalah Rafael Tolói.

5. Bagaimana reaksi fans Juventus?
Sebagian besar kecewa, tetapi banyak yang memahami keputusan emosional ini.

6. Kapan Kessié debut?
Kemungkinan besar pada laga Serie A awal September 2026 melawan AS Roma.

Kesimpulan

Keputusan Franck Kessié memilih Atalanta daripada Juventus adalah bukti bahwa sepak bola bukan hanya soal uang dan gengsi. Ikatan emosional, kepercayaan pelatih, dan kenyamanan keluarga menjadi faktor yang tak kalah menentukan. Bagi Atalanta, kembalinya Kessié adalah keuntungan besar. Bagi Juventus, ini adalah pukulan telak yang harus segera dilupakan. Dan bagi Kessié, ini adalah kesempatan untuk menutup karier Eropa dengan cerita yang indah—di tempat pertama ia bermimpi menjadi bintang.