Berita

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, 22 Armada Damkar Dikerahkan

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, 22 Armada Damkar Dikerahkan

Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, terus meluas dan memaksa warga sekitar untuk mengungsi. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (2/9/2026) malam tersebut menghanguskan gunungan sampah di Blok B dan D, menimbulkan kepulan asap tebal yang mengganggu kesehatan warga di sekitarnya.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menyatakan bahwa sejumlah warga tengah dievakuasi untuk mencegah gangguan kesehatan akibat paparan asap. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

"Jadi ada satu RT yang sedang kita ungsikan, Dinas Kesehatan sudah membagi-bagikan masker agar supaya tidak ada gangguan pernapasan," kata Respati di TPA Putri Cempo, Rabu (2/9/2026).

Evakuasi dan Keselamatan Warga

Respati Ardi menegaskan bahwa pemerintah kota tengah memfokuskan upaya pada evakuasi warga yang berada di sekitar titik api. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama terkait dengan dampak asap kebakaran terhadap kesehatan.

"Kita fokus evakuasi warga. Yang terpenting adalah keselamatan warga yang utama," ujar Respati.

Evakuasi dilakukan secara sigap untuk memastikan tidak ada warga yang terdampak secara serius. Pemerintah kota tidak ingin mengambil risiko dengan membiarkan warga tetap berada di lokasi yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka.

"Kita memastikan warga tidak ada yang terdampak, kita evakuasi segera mungkin antisipasi sehingga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Dapur Umum dan Logistik Disiapkan

Kepala BPBD Solo, Ari Dwi Daryatmo, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan dapur umum bagi warga sekitar TPA Putri Cempo yang dievakuasi. Dua unit dapur umum disiapkan bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

"Untuk dapur umum kita kerja sama dengan Dinas Sosial. Kebetulan juga ada Tagana, kita standby di Pedaringan, di pemadam kebakaran," ujar Ari di TPA Putri Cempo.

Selain dapur umum, sejumlah perlengkapan juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang dievakuasi. BPBD telah menyiapkan matras, selimut, dan berbagai kebutuhan logistik lainnya untuk memastikan kenyamanan para pengungsi selama berada di tempat evakuasi.

"Ada warga di RT 3, RW 39 itu memang sesuai laporan dari Bu Lurah itu minta dievakuasi ke lurahan karena mungkin agak terdampak sedikit," kata Ari.

"Ini kita sudah siapkan dari BPBD, kita sudah siapkan untuk matras, untuk selimut, kemudian untuk logistik yang lainnya juga," urainya.

Tiga Kepala Keluarga Terdampak

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat tiga kepala keluarga (KK) yang terdampak dan tengah dievakuasi. Mereka dievakuasi karena tempat tinggal mereka berdekatan dengan titik api, sehingga pemantauan dan kualitas udara di sekitar rumah mereka terganggu oleh asap.

"(Dievakuasi karena berdekatan dengan titik api) Iya berdekatan. Kalau pemantauan terganggu asap," pungkas Ari.

Evakuasi tiga KK ini merupakan langkah antisipatif untuk melindungi warga dari paparan asap yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Upaya Pemadaman Masih Berlangsung

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa api masih berkobar di Blok B dan D TPA Putri Cempo Solo pada pukul 23.40 WIB. Kebakaran yang dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 18.00 WIB tersebut belum sepenuhnya dapat dikendalikan.

Sebanyak 22 unit armada pemadam kebakaran dari Soloraya dan Magelang dikerahkan untuk memadamkan api. Jumlah armada yang besar ini menunjukkan skala kebakaran yang cukup serius, membutuhkan koordinasi lintas wilayah untuk mengatasinya.

Kebakaran di TPA merupakan jenis kebakaran yang sulit dipadamkan karena material yang terbakar adalah tumpukan sampah yang tebal. Api dapat menyebar di bawah permukaan dan sulit dijangkau oleh air dari luar. Diperlukan strategi khusus dan waktu yang tidak sebentar untuk benar-benar memadamkannya.

Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

Wali Kota Solo Respati Ardi mengaku belum mengetahui penyebab pasti kebakaran di TPA Putri Cempo. Pihaknya saat ini lebih fokus pada upaya menyekat titik api agar tidak semakin meluas ke area pemukiman warga.

Kebakaran di TPA sering kali dipicu oleh beberapa faktor, seperti reaksi kimia dari tumpukan sampah organik yang menghasilkan gas metana, cuaca panas yang berkepanjangan, atau kelalaian manusia. Namun, untuk kasus ini, penyebab pastinya masih perlu diselidiki lebih lanjut.

Dampak Kebakaran bagi Masyarakat

Kebakaran TPA Putri Cempo menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Asap tebal yang dihasilkan dari pembakaran sampah mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat mengganggu sistem pernapasan, menyebabkan iritasi mata, dan memperburuk kondisi penderita asma atau penyakit paru lainnya.

Selain itu, bau tidak sedap dari asap kebakaran juga mengganggu kenyamanan warga. Aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, dan beribadah dapat terganggu akibat kondisi udara yang tidak sehat.

Pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan telah membagikan masker kepada warga untuk mengurangi dampak paparan asap. Langkah ini penting untuk melindungi warga dari risiko kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Masalah Berulang yang Perlu Solusi

Kebakaran di TPA Putri Cempo bukanlah kejadian pertama. TPA-TPA di berbagai kota di Indonesia kerap mengalami kebakaran, terutama pada musim kemarau ketika suhu udara tinggi dan tumpukan sampah menjadi kering.

Masalah ini menunjukkan perlunya pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk penerapan metode pengolahan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. Pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA melalui program daur ulang, komposting, dan pengelolaan sampah terpadu dapat mengurangi risiko kebakaran.

Selain itu, pemantauan terhadap tumpukan sampah juga perlu ditingkatkan. Deteksi dini terhadap peningkatan suhu di dalam tumpukan sampah dapat membantu mencegah kebakaran sebelum terjadi.

Solidaritas Lintas Wilayah

Penanganan kebakaran TPA Putri Cempo menunjukkan solidaritas lintas wilayah yang patut diapresiasi. Armada pemadam kebakaran tidak hanya berasal dari Kota Solo, tetapi juga dari berbagai daerah di Soloraya dan bahkan dari Magelang.

Kerja sama semacam ini sangat penting dalam penanganan bencana yang membutuhkan sumber daya besar. Kebakaran TPA yang melibatkan area luas membutuhkan banyak armada pemadam, pasokan air yang cukup, dan koordinasi yang baik antar wilayah.

Penutup

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo menjadi peristiwa yang menyita perhatian publik. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan dan kenyamanan warga tidak bisa dianggap remeh. Evakuasi warga, penyediaan dapur umum, dan pengerahan armada pemadam adalah langkah-langkah yang diambil untuk menanggulangi situasi ini.

Diperlukan upaya berkelanjutan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Pengelolaan sampah yang lebih baik, pemantauan yang ketat, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran TPA menjadi kunci untuk menghindari bencana serupa.

Semoga api di TPA Putri Cempo dapat segera dipadamkan sepenuhnya, dan warga yang dievakuasi dapat kembali ke rumah mereka dengan selamat dan sehat.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa yang terjadi di TPA Putri Cempo Solo?

Telah terjadi kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, yang menghanguskan gunungan sampah di Blok B dan D pada Rabu malam, 2 September 2026.

2. Apakah ada korban jiwa dalam kebakaran ini?

Tidak ada laporan korban jiwa. Namun, beberapa warga dievakuasi untuk mencegah dampak kesehatan akibat paparan asap.

3. Berapa banyak warga yang dievakuasi?

Terdapat tiga kepala keluarga (KK) yang dievakuasi karena rumah mereka berdekatan dengan titik api dan terdampak asap.

4. Ke mana warga dievakuasi?

Warga dievakuasi ke kantor lurah setempat, di mana BPBD telah menyiapkan matras, selimut, dan logistik lainnya.

5. Apa yang disiapkan pemerintah untuk para pengungsi?

Dapur umum disiapkan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Tagana. BPBD juga menyiapkan matras, selimut, dan kebutuhan logistik lainnya.

6. Berapa armada pemadam yang dikerahkan?

Sebanyak 22 unit armada pemadam kebakaran dari Soloraya dan Magelang dikerahkan untuk memadamkan api.

7. Apakah api sudah padam?

Hingga pukul 23.40 WIB, api masih berkobar di Blok B dan D TPA Putri Cempo.

8. Apa penyebab kebakaran ini?

Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Wali Kota Solo menyatakan pihaknya fokus pada penyekatan titik api terlebih dahulu.

9. Apa dampak kebakaran bagi warga sekitar?

Warga mengalami gangguan pernapasan akibat asap, mata perih, dan bau tidak sedap. Dinas Kesehatan telah membagikan masker untuk mengurangi dampaknya.

10. Apakah kebakaran TPA ini sering terjadi?

Kebakaran TPA merupakan masalah yang kerap terjadi di berbagai kota di Indonesia, terutama pada musim kemarau. Diperlukan pengelolaan sampah yang lebih baik untuk mencegahnya.