Berita

Asap Karhutla di Tebo Jambi Picu Lonjakan Kasus ISPA

Asap Karhutla di Tebo Jambi Picu Lonjakan Kasus ISPA

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Bau asap yang semakin pekat dalam sepekan terakhir tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan pernapasan warga. Kekhawatiran terbesar tertuju pada peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ari Setiawan, mengonfirmasi adanya lonjakan kasus ISPA. Data yang ia sampaikan memberikan gambaran yang mengkhawatirkan tentang memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut akibat asap karhutla.

Lonjakan Kasus ISPA yang Mengkhawatirkan

Ari Setiawan mengungkapkan bahwa kasus ISPA di Kabupaten Tebo mengalami peningkatan yang cukup drastis pada periode Januari hingga awal September 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Pada periode yang sama tahun 2025 tercatat 14.454 kasus, sedangkan tahun 2026 mencapai 17.872 kasus. Artinya, terjadi peningkatan sebanyak 3.418 kasus," ungkap Ari saat dikonfirmasi, Minggu, 6 September 2026.

Peningkatan lebih dari tiga ribu kasus ini menjadi sinyal darurat bagi semua pihak. Asap karhutla yang mengandung partikel-partikel berbahaya seperti PM2.5 menjadi penyebab utama memburuknya kondisi kesehatan pernapasan masyarakat.

Wilayah dengan Kasus ISPA Tertinggi

Menurut Ari, sebaran kasus ISPA tertinggi terpantau di beberapa puskesmas yang berada di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan titik api atau terdampak langsung oleh asap. Wilayah-wilayah tersebut antara lain:

  1. Pulau Temiang, Kecamatan Tebo Ulu – Wilayah ini mencatatkan angka kunjungan pasien ISPA yang tinggi.

  2. Tuo Pasir Mayang, Kecamatan VII Koto Ilir – Puskesmas di wilayah ini juga menangani banyak kasus ISPA.

  3. Rimbo Bujang – Kawasan ini juga menjadi salah satu titik dengan sebaran kasus yang cukup tinggi.

Ketiga wilayah tersebut diduga kuat terpapar asap karhutla yang cukup pekat, sehingga berdampak langsung pada kesehatan pernapasan warga setempat.

Ketersediaan Obat dan Penanganan

Meskipun terjadi lonjakan kasus, Ari memastikan bahwa ketersediaan obat dan fasilitas penanganan bagi pasien ISPA di Kabupaten Tebo saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

"Kami pastikan stok obat dan penanganan bagi pasien ISPA saat ini masih aman dan mencukupi," ujarnya.

Pernyataan ini penting untuk meredam kepanikan masyarakat. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga mengingat kondisi karhutla belum sepenuhnya berakhir dan potensi peningkatan kasus masih terbuka lebar.

Imbauan untuk Masyarakat

Dalam menghadapi kondisi udara yang memburuk akibat asap karhutla, Ari memberikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga:

1. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Ini terutama berlaku bagi kelompok berisiko seperti balita, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki gangguan paru.

2. Gunakan Masker

"Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika asap meningkat," pesan Ari. Masker dapat membantu menyaring partikel-partikel berbahaya yang terkandung dalam asap.

3. Tutup Ventilasi

"Jika asap di luar pekat, tutup ventilasi agar polusi tidak masuk ke dalam rumah," ujarnya. Langkah sederhana ini dapat mengurangi paparan asap di dalam ruangan.

4. Jangan Membakar Sampah atau Pekarangan

Masyarakat juga diminta untuk tidak membakar sampah maupun membersihkan pekarangan dengan cara membakar. Tindakan tersebut hanya akan menambah polusi udara yang sudah buruk.

5. Kenali Gejala ISPA

Ari mengingatkan warga untuk mengenali gejala awal ISPA seperti batuk, pilek, iritasi tenggorokan, serta mata perih dan berair. Dengan mengenali gejala sejak dini, masyarakat dapat segera mengambil langkah pengobatan yang tepat.

6. Segera ke Fasilitas Kesehatan

"Jika muncul gejala lebih berat seperti sesak napas, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat," tegasnya. Penanganan cepat dapat mencegah kondisi pasien memburuk.

Karhutla di Tebo

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tebo tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga mengancam satwa liar. Sebelumnya, dilaporkan bahwa karhutla mulai mengancam habitat gajah di Tebo, sehingga patroli gabungan diturunkan ke kawasan konservasi untuk melindungi hewan-hewan tersebut.

Selain itu, asap karhutla juga telah berdampak pada kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang berada di wilayah Jambi dan Riau. Laporan menyebutkan bahwa asap telah menyelimuti kawasan TNBS selama sembilan hari, menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menangani bencana ini.

Dampak Jangka Panjang 

Paparan asap karhutla yang berlangsung dalam waktu lama dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi kesehatan. Partikel-partikel halus yang terkandung dalam asap dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan berbagai penyakit pernapasan kronis.

Anak-anak dan lansia adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak asap ini. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kelompok-kelompok tersebut harus menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi.

Penutup

Lonjakan kasus ISPA di Kabupaten Tebo akibat asap karhutla adalah peringatan serius tentang betapa besarnya dampak kerusakan lingkungan terhadap kesehatan manusia. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi masalah karhutla hingga ke akar-akarnya.

Sementara upaya pemadaman dan penegakan hukum terus dilakukan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melindungi diri dari paparan asap. Semoga bencana ini segera berakhir dan kualitas udara di Tebo dapat kembali bersih.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Berapa lonjakan kasus ISPA di Tebo?

Kasus ISPA naik dari 14.454 kasus pada Januari-awal September 2025 menjadi 17.872 kasus pada periode yang sama tahun 2026, dengan peningkatan sebanyak 3.418 kasus.

2. Apa penyebab lonjakan ISPA?

Penyebab utamanya adalah asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat dalam sepekan terakhir.

3. Wilayah mana saja yang paling banyak kasus ISPA?

Wilayah dengan sebaran kasus tertinggi adalah Pulau Temiang (Tebo Ulu), Tuo Pasir Mayang (VII Koto Ilir), dan Rimbo Bujang.

4. Apakah obat untuk ISPA masih mencukupi?

Ya, Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan obat dan penanganan untuk pasien ISPA masih aman dan mencukupi.

5. Apa saja gejala awal ISPA?

Gejala awal ISPA meliputi batuk, pilek, iritasi tenggorokan, serta mata perih dan berair.

6. Apa yang harus dilakukan jika muncul gejala sesak napas?

Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.

7. Bagaimana cara melindungi diri dari asap?

Gunakan masker saat keluar rumah, kurangi aktivitas luar ruangan, tutup ventilasi jika asap pekat, dan jangan membakar sampah atau pekarangan.

8. Siapa saja yang paling rentan terhadap asap?

Kelompok rentan meliputi balita, ibu hamil, lansia, dan warga dengan gangguan paru.

9. Apakah karhutla juga berdampak pada satwa?

Ya, karhutla di Tebo juga mengancam habitat gajah, sehingga patroli gabungan diturunkan ke kawasan konservasi.

10. Apa pesan penting dari Dinas Kesehatan?

Warga diminta waspada terhadap kualitas udara, melindungi diri dari asap, dan segera mencari pengobatan jika mengalami gejala ISPA yang berat.