Menjelang gelaran Apple Event yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026 pukul 10.00 pagi waktu Pasifik, bocoran harga untuk jajaran iPhone terbaru mulai beredar di dunia maya. Bocoran tersebut mencakup iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan sebuah perangkat lipat yang dirumorkan bernama iPhone Ultra. Bagi penggemar Apple di Indonesia, acara ini akan berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 00.00 WIB atau 01.00 WITA.
Angka-angka yang beredar ini tentu menarik perhatian. Jika bocoran tersebut akurat, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max bisa mengalami kenaikan harga sekitar 10 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara itu, iPhone Ultra diprediksi akan berada di rentang harga yang jauh lebih tinggi, menjadikannya iPhone termahal dalam sejarah.
Namun, penting untuk diingat bahwa Apple belum memberikan konfirmasi resmi terkait produk yang akan diumumkan pada acara mendatang. Nama-nama seperti iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra masih sebatas rumor dan spekulasi yang berkembang di kalangan pengamat teknologi.
Kartu Harga dari Vodafone Mesir
Informasi harga yang beredar berasal dari sebuah tangkapan layar yang diklaim sebagai halaman produk dari Vodafone Egypt. Tangkapan layar tersebut menyebar di media sosial setelah diunggah oleh seorang pengguna Facebook bernama Yousif Ayman.
Dalam gambar tersebut, perangkat bernama iPhone Ultra terdaftar dengan harga 155.750 pound Mesir. Jika dikonversi secara kasar, nilainya berada dalam kisaran puluhan juta rupiah. Namun, konversi mata uang langsung dari Mesir ke Indonesia tidak dapat dijadikan patokan harga resmi. Perbedaan pajak, bea masuk, nilai tukar, kebijakan distributor, serta strategi penetapan harga Apple di masing-masing negara dapat menyebabkan selisih yang signifikan.
Vodafone Egypt sendiri dilaporkan membantah telah membocorkan harga perangkat Apple tersebut. Oleh karena itu, angka 155.750 pound Mesir masih harus diperlakukan sebagai informasi yang belum terverifikasi.
Nama iPhone Ultra sendiri juga belum dikonfirmasi oleh Apple. Dalam berbagai rumor, nama tersebut digunakan untuk merujuk pada iPhone lipat pertama yang potensial dari Apple.
Apakah Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max Naik?
Tangkapan layar yang sama juga diduga mencantumkan harga untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
iPhone 18 Pro dikabarkan dijual mulai dari 98.000 pound Mesir, sementara iPhone 18 Pro Max dibanderol mulai dari 105.000 pound Mesir.
Sebagai perbandingan, harga iPhone 17 Pro yang beredar di pasar Mesir sebelumnya berada di kisaran 88.800 pound Mesir, sedangkan iPhone 17 Pro Max sekitar 94.400 pound Mesir.
Jika membandingkan angka-angka tersebut, kenaikan harga iPhone 18 Pro berada di kisaran 10 persen, sementara iPhone 18 Pro Max mengalami kenaikan sekitar 11 persen.
Dengan asumsi pola kenaikan serupa diterapkan di pasar Amerika Serikat, harga dasar iPhone 18 Pro diperkirakan akan bergerak ke kisaran US$1.200**, sementara iPhone 18 Pro Max akan berada di sekitar **US$1.300 atau lebih.
Namun, angka-angka ini masih merupakan simulasi dan bukan harga resmi dari Apple.
iPhone Ultra Diprediksi Tembus US$2.000
Harga iPhone Ultra berpotensi menjadi yang tertinggi di antara semua model.
Jika menggunakan perbandingan terhadap model Pro Max generasi sebelumnya, perangkat lipat Apple tersebut bisa berada di kisaran US$2.000 untuk varian dasar.
Prediksi ini tidak jauh dari estimasi lembaga riset TrendForce. Perusahaan riset tersebut memperkirakan iPhone lipat Apple akan dibanderol mulai dari sekitar US$2.099 hingga US$2.299, sementara konfigurasi tertingginya berpotensi melampaui US$3.000.
Artinya, jika perangkat tersebut akhirnya masuk ke Indonesia, harganya kemungkinan besar akan jauh di atas iPhone Pro Max reguler.
Simulasi sederhana dengan menggunakan selisih harga sekitar 60–65 persen dibandingkan model Pro Max sebelumnya menghasilkan estimasi harga Indonesia di kisaran Rp 40 juta. Namun, angka ini belum memperhitungkan strategi penetapan harga resmi Apple untuk pasar Indonesia.
Biaya Komponen Melonjak
Potensi kenaikan harga iPhone 18 Pro juga didukung oleh laporan terbaru dari TrendForce.
Lembaga riset tersebut memperkirakan bahwa biaya bill of materials (BOM) untuk iPhone 18 Pro 256 GB meningkat sekitar 38 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Salah satu penyebab utamanya adalah melonjaknya biaya komponen memori. Porsi biaya memori relatif terhadap total biaya produksi iPhone juga dilaporkan meningkat tajam.
Kondisi ini membuat Apple dihadapkan pada dua pilihan: membebankan sebagian kenaikan biaya produksi kepada konsumen melalui harga jual yang lebih tinggi, atau mengorbankan sebagian margin keuntungan untuk menjaga permintaan.
TrendForce memperkirakan bahwa kenaikan harga untuk jajaran iPhone terbaru bisa berada di kisaran 10 hingga 20 persen, tergantung pada model dan konfigurasi penyimpanan.
Harga Resmi iPhone 18
Meski berbagai bocoran harga sudah mulai bermunculan, konsumen sebaiknya tidak menjadikan angka-angka tersebut sebagai patokan akhir.
Apple belum mengumumkan harga resmi untuk iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, maupun perangkat lipat yang disebut-sebut sebagai iPhone Ultra.
Selain itu, informasi mengenai nama iPhone Ultra masih berasal dari rumor dan bocoran industri. Apple bisa saja menggunakan nama yang berbeda ketika perangkat lipat tersebut benar-benar diperkenalkan.
Kepastian mengenai jajaran produk, spesifikasi, dan harga global kemungkinan baru akan diketahui setelah Apple menggelar acara khususnya pada 9 September di Amerika Serikat atau 10 September 2026 dini hari di Indonesia.
Untuk pasar Indonesia, harga dan jadwal penjualan biasanya diumumkan secara terpisah setelah peluncuran global. Oleh karena itu, prediksi harga iPhone Ultra di kisaran Rp 40 juta dan kenaikan 10 persen untuk iPhone 18 Pro masih memerlukan konfirmasi resmi dari Apple.
Penutup
Bocoran harga yang beredar menjelang Apple Event September 2026 memberikan gambaran awal tentang apa yang mungkin terjadi pada jajaran iPhone terbaru. Kenaikan harga pada iPhone 18 Pro dan Pro Max tampaknya sulit dihindari, terutama dengan melonjaknya biaya komponen memori.
Sementara itu, iPhone Ultra—jika benar-benar hadir—akan menjadi lompatan besar bagi Apple, baik dari sisi inovasi maupun harga. Dengan prediksi harga yang bisa menembus Rp 40 juta di Indonesia, perangkat ini jelas menyasar segmen pasar yang sangat berbeda dari iPhone reguler.
Namun, semua ini masih berupa spekulasi. Satu-satunya kepastian adalah bahwa Apple akan menggelar acara spesialnya dalam hitungan hari. Para penggemar Apple di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kini hanya bisa menunggu untuk melihat apakah bocoran-bocoran tersebut benar adanya.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa yang diungkap dari bocoran harga yang beredar?
Bocoran menunjukkan iPhone 18 Pro mulai dari 98.000 pound Mesir, iPhone 18 Pro Max dari 105.000 pound Mesir, dan iPhone Ultra di angka 155.750 pound Mesir.
2. Berapa kenaikan harga iPhone 18 Pro dibanding iPhone 17 Pro?
Berdasarkan perbandingan harga di Mesir, kenaikannya sekitar 10 persen.
3. Berapa prediksi harga iPhone Ultra?
Jika menggunakan perbandingan dengan Pro Max, iPhone Ultra diprediksi berada di kisaran US$2.000 hingga US$2.299, atau sekitar Rp 40 juta di Indonesia.
4. Dari mana sumber bocoran harga ini?
Bocoran berasal dari tangkapan layar halaman produk Vodafone Egypt yang dibagikan di media sosial.
5. Apakah Vodafone Egypt membenarkan bocoran ini?
Tidak. Vodafone Egypt dilaporkan membantah telah membocorkan harga perangkat Apple.
6. Apakah Apple sudah mengonfirmasi nama iPhone Ultra?
Belum. Nama iPhone Ultra masih berupa rumor untuk perangkat lipat pertama Apple.
7. Mengapa harga iPhone 18 Pro berpotensi naik?
Karena biaya komponen memori meningkat tajam, menyebabkan biaya produksi iPhone 18 Pro naik sekitar 38 persen.
8. Kapan Apple Event digelar?
Apple Event digelar pada 9 September 2026 pukul 10.00 waktu Pasifik, atau 10 September 2026 sekitar pukul 00.00 WIB.
9. Kapan harga resmi untuk Indonesia diumumkan?
Biasanya harga resmi Indonesia diumumkan beberapa saat setelah peluncuran global, tetapi belum ada kepastian dari Apple.
10. Apakah bocoran harga ini bisa dijadikan patokan?
Tidak. Bocoran ini belum terverifikasi dan harga resmi bisa berbeda jauh tergantung kebijakan Apple di setiap negara.