Hiburan

Skuad Perdana Zinedine Zidane di Timnas Prancis, Ada Lima Wajah Baru

Skuad Perdana Zinedine Zidane di Timnas Prancis, Ada Lima Wajah Baru

Zinedine Zidane resmi mengumumkan skuad perdananya sebagai pelatih tim nasional Prancis. Legenda hidup sepak bola Prancis itu memanggil 23 nama untuk menghadapi empat laga UEFA Nations League melawan Turki, Belgia, dan Italia. Pengumuman ini menjadi momen bersejarah karena Zidane akhirnya dipercaya memimpin Les Bleus setelah sekian lama dinanti. Dari 23 nama yang dipanggil, terdapat lima pemain yang baru pertama kali mendapat panggilan ke tim senior, sementara satu nama senior seperti N'Golo Kante justru absen.

Keputusan Zidane langsung mencuri perhatian publik sepak bola dunia. Ia bukan hanya sekadar nama besar, tetapi juga sosok yang dianggap mampu membawa Prancis kembali ke puncak kejayaan. Setelah era Didier Deschamps berakhir, Zidane diharapkan membawa angin segar dengan pendekatan taktis yang khas dan kemampuan manajerial yang telah terbukti bersama Real Madrid.

Wajah Baru di Skuad Prancis

Zidane memanggil lima pemain yang belum pernah merasakan atmosfer tim senior Prancis. Kelima pemain tersebut adalah:

  1. Jeremy Jacquet (Bek, Liverpool)

  2. Lucas Da Cunha (Gelandang, Como)

  3. Guillaume Restes (Kiper, Toulouse)

  4. Andy Diouf (Bek, Inter Milan)

  5. Esteban Lepaul (Penyerang, Rennes)

Kelima pemain ini tampil menawan di awal musim bersama klub masing-masing. Jeremy Jacquet, bek muda Liverpool, menunjukkan kematangan luar biasa di lini pertahanan. Ia dikenal memiliki kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan membaca permainan yang jarang dimiliki pemain seusianya. Penampilannya bersama Liverpool membuat Zidane tertarik memberinya kesempatan di level internasional.

Lucas Da Cunha, gelandang kreatif Como, menjadi salah satu nama yang paling mengejutkan. Ia bukan pemain yang berlaga di klub besar Eropa, tetapi performanya di Serie A bersama Como telah menarik perhatian banyak pengamat. Da Cunha memiliki visi permainan yang tajam, umpan-umpan akurat, dan kemampuan menciptakan peluang. Zidane tampaknya ingin menambah kreativitas di lini tengah Prancis.

Guillaume Restes, kiper muda Toulouse, adalah salah satu talenta paling menjanjikan di posisi penjaga gawang. Ia telah menunjukkan refleks cepat, kemampuan mengantisipasi penalti, dan distribusi bola yang baik. Dengan absennya beberapa kiper senior, Restes mendapat kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya.

Andy Diouf, bek Inter Milan, juga mendapat panggilan pertamanya. Ia adalah pemain serbabisa yang bisa bermain sebagai bek tengah atau gelandang bertahan. Fleksibilitasnya menjadi nilai tambah di mata Zidane. Sementara Esteban Lepaul, penyerang Rennes, melengkapi daftar debutan. Lepaul memiliki naluri gol yang tajam dan kemampuan bergerak di ruang sempit.

Camavinga Kembali, Kante Absen

Salah satu nama yang kembali mendapat panggilan adalah Eduardo Camavinga. Gelandang Real Madrid itu sempat tidak dibawa ke Piala Dunia 2026 lalu, sebuah keputusan yang menuai kontroversi. Kini, di bawah asuhan Zidane, Camavinga kembali dipercaya. Ia menjadi salah satu dari enam gelandang Prancis, bersama Rayan Cherki, Warren Zaire-Emery, Adrian Rabiot, dan Manu Kone.

Camavinga dikenal sebagai gelandang dinamis yang mampu bertahan dan menyerang. Kemampuannya merebut bola, menggiring, dan mendistribusikan umpan menjadikannya aset berharga. Kembalinya Camavinga ke skuad memberikan kedalaman dan kualitas di lini tengah Prancis.

Namun, yang mengejutkan adalah absennya N'Golo Kante. Gelandang paling senior di tim tersebut tidak masuk dalam daftar 23 pemain. Kante, yang telah lama menjadi tulang punggung Prancis, kini harus menyaksikan rekan-rekannya dari luar lapangan. Keputusan ini bisa jadi menandai regenerasi di lini tengah Prancis. Zidane tampaknya ingin memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain muda.

Jadwal Prancis di UEFA Nations League

Prancis tergabung di Grup A UEFA Nations League bersama Turki, Belgia, dan Italia. Empat laga ke depan akan menjadi ujian awal bagi Zidane. Berikut jadwalnya:

Dua laga tandang melawan Turki dan Belgia akan menjadi ujian berat. Turki dikenal memiliki basis penggemar fanatik dan tim yang solid, sementara Belgia selalu menjadi lawan tangguh di level Eropa. Setelah itu, Prancis akan menjamu Italia dan Belgia di kandang sendiri. Hasil dari empat laga ini akan menentukan posisi Prancis di grup dan menjadi indikator awal kinerja Zidane.

Daftar Lengkap Skuad Prancis

Berikut daftar lengkap 23 pemain yang dipanggil Zidane:

Kiper:

  • Mike Maignan (Milan)

  • Guillaume Restes (Toulouse)

  • Robin Risser (Lens)

Bek:

  • Andy Diouf (Inter Milan)

  • Jérémy Jacquet (Liverpool)

  • Pierre Kalulu (Juventus)

  • Ibrahima Konaté (Real Madrid)

  • Jules Koundé (Barcelona)

  • Maxence Lacroix (Chelsea)

  • Adrien Truffert (Bournemouth)

  • Dayot Upamecano (Bayern Munich)

Gelandang:

  • Eduardo Camavinga (Real Madrid)

  • Rayan Cherki (Manchester City)

  • Lucas Da Cunha (Como)

  • Manu Koné (Roma)

  • Adrien Rabiot (Milan)

  • Warren Zaïre-Emery (PSG)

Penyerang:

  • Bradley Barcola (Liverpool)

  • Ousmane Dembélé (PSG)

  • Désiré Doué (PSG)

  • Estéban Lepaul (Rennes)

  • Kylian Mbappé (Real Madrid)

  • Michael Olise (Bayern Munich)

Arah Baru Timnas Prancis di Bawah Zidane

Keputusan Zidane memanggil lima pemain baru dan mengembalikan Camavinga menunjukkan bahwa ia ingin membangun tim yang dinamis dan kompetitif. Ia tidak ragu memberikan kesempatan kepada pemain muda yang tampil baik di klub, meskipun belum memiliki pengalaman internasional. Ini adalah pendekatan yang berani, tetapi juga penuh perhitungan.

Pertama, regenerasi di lini belakang. Dengan memanggil Jacquet, Diouf, dan mempertahankan pemain seperti Konaté, Koundé, dan Upamecano, Zidane memiliki campuran pemain muda dan berpengalaman. Ini penting untuk menjaga keseimbangan antara soliditas dan kecepatan.

Kedua, kreativitas di lini tengah. Kehadiran Da Cunha, Cherki, dan Zaïre-Emery memberikan opsi kreatif. Camavinga dan Rabiot menambah kekuatan fisik dan pengalaman. Absennya Kante bisa jadi tanda bahwa Zidane ingin mengubah gaya bermain menjadi lebih dominan dalam penguasaan bola.

Ketiga, lini serang yang tajam. Mbappé, Dembélé, Barcola, Olise, dan Lepaul adalah kombinasi pemain cepat, teknis, dan produktif. Zidane memiliki banyak opsi untuk meracik serangan.

Keempat, kiper. Maignan masih menjadi pilihan utama, tetapi kehadiran Restes dan Risser menunjukkan bahwa Zidane ingin menyiapkan generasi penerus di posisi penjaga gawang.

Penutup

Pengumuman skuad perdana Zinedine Zidane menjadi awal dari babak baru timnas Prancis. Dengan lima pemain baru, kembalinya Camavinga, dan absennya Kante, Zidane mengirim sinyal jelas bahwa ia ingin membangun tim yang segar, dinamis, dan kompetitif. Empat laga UEFA Nations League melawan Turki, Belgia, dan Italia akan menjadi ujian awal. Publik Prancis berharap Zidane dapat membawa Les Bleus kembali berjaya. Kita tunggu aksi mereka di lapangan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Siapa pelatih baru timnas Prancis?
Zinedine Zidane.

2. Berapa pemain yang dipanggil Zidane untuk skuad perdananya?
23 pemain.

3. Siapa saja lima pemain baru yang dipanggil?
Jeremy Jacquet, Lucas Da Cunha, Guillaume Restes, Andy Diouf, dan Esteban Lepaul.

4. Mengapa N'Golo Kante tidak dipanggil?
Tidak ada penjelasan resmi, tetapi ini bisa menandai regenerasi di lini tengah Prancis.

5. Apakah Eduardo Camavinga kembali dipanggil?
Ya, Camavinga kembali setelah tidak dibawa ke Piala Dunia 2026.

6. Kapan Prancis akan bertanding?
26 September 2026 melawan Turki (away), 29 September 2026 melawan Belgia (away), 3 Oktober 2026 melawan Italia (home), dan 6 Oktober 2026 melawan Belgia (home).

7. Di grup apa Prancis berada di UEFA Nations League?
Grup A bersama Turki, Belgia, dan Italia.

8. Siapa kapten timnas Prancis?
Kylian Mbappé.

9. Siapa saja kiper yang dipanggil?
Mike Maignan, Guillaume Restes, dan Robin Risser.

10. Apa yang diharapkan dari Zidane?
Membawa Prancis kembali berjaya dan meraih gelar di turnamen-turnamen besar.