Nama Cody Gakpo kembali menghiasi halaman utama media olahraga Inggris. Menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026, Manchester City dikabarkan menjadikan winger Liverpool itu sebagai target utama untuk memperkuat lini serang mereka. Pep Guardiola, yang musim ini kehilangan Jack Grealish yang pindah ke Barcelona, membutuhkan pemain sayap kiri yang mampu menusuk, mencetak gol, dan bekerja dalam sistem penguasaan bola. Gakpo dinilai sebagai profil paling cocok.
Ketertarikan City bukan tanpa dasar. Dalam dua musim terakhir, Gakpo berkembang menjadi salah satu pemain paling konsisten di Premier League. Artikel ini akan membedah profil lengkap Cody Gakpo: perjalanan karier, gaya bermain, statistik, alasan City mengincarnya, serta bagaimana ia bisa cocok dengan skema Guardiola.
Profil dan Biodata Singkat
Cody Mathès Gakpo lahir di Eindhoven, Belanda, pada 7 Mei 1999. Ia memiliki darah campuran Belanda-Togo dari ayahnya. Sejak kecil, Gakpo bergabung dengan akademi PSV Eindhoven dan berkembang pesat hingga menembus tim utama pada 2018. Setelah bersinar bersama PSV, ia pindah ke Liverpool pada Januari 2023 dengan nilai transfer sekitar 37 juta pound sterling.
Biodata singkat:
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Cody Mathès Gakpo |
| Tempat/tanggal lahir | Eindhoven, 7 Mei 1999 |
| Usia | 27 tahun |
| Tinggi | 193 cm |
| Posisi utama | Winger kiri / penyerang tengah |
| Kaki terkuat | Kanan |
| Klub saat ini | Liverpool |
| Kontrak berakhir | 2028 |
| Nomor punggung | 18 |
| Tim nasional | Belanda (37 caps, 15 gol) |
Perjalanan Karier
a. PSV Eindhoven (2018–2023)
Gakpo memulai karier profesional bersama PSV. Pada musim terakhirnya di Eredivisie (2022/2023, paruh pertama), ia tampil tajam dengan mencetak 9 gol dan 12 assist hanya dalam 14 pertandingan liga. Penampilannya menarik perhatian banyak klub besar, termasuk Manchester United dan Leeds United. Namun, Liverpool-lah yang bergerak paling cepat.
b. Liverpool (2023–sekarang)
Kedatangan Gakpo ke Liverpool awalnya diragukan karena ia harus beradaptasi dengan intensitas Premier League. Namun, di bawah asuhan Jürgen Klopp dan kemudian Arne Slot, Gakpo bertransformasi menjadi pemain yang lebih lengkap. Ia tidak hanya bisa bermain di sayap kiri, tetapi juga sebagai penyerang tengah atau gelandang serang.
Pada musim 2025/2026, Gakpo menjadi salah satu pemain kunci Liverpool. Dari 38 penampilan Premier League, ia mencetak 18 gol dan 12 assist—sebuah catatan terbaik sepanjang kariernya di Inggris. Kontribusinya membantu Liverpool finis di posisi kedua dan menjuarai Piala Carabao.
Statistik Musim 2025/2026
Berikut data statistik Gakpo di Liverpool musim 2025/2026 di semua kompetisi.
Premier League:
| Aspek | Jumlah |
|---|---|
| Penampilan | 38 |
| Gol | 18 |
| Assist | 12 |
| Menit bermain | 2.845 |
| Tembakan per 90 menit | 3,1 |
| Operan kunci per 90 menit | 2,2 |
| Dribel sukses per 90 menit | 2,8 |
| Akurasi operan | 84% |
Liga Champions:
| Aspek | Jumlah |
|---|---|
| Penampilan | 10 |
| Gol | 5 |
| Assist | 4 |
| Menit bermain | 870 |
Total semua kompetisi: 28 gol dan 16 assist dalam 52 penampilan.
Angka-angka ini menegaskan bahwa Gakpo bukan sekadar winger biasa. Ia adalah pencetak gol sekaligus kreator, sebuah profil langka yang sangat dicari di sepak bola modern.
Gaya Bermain: Kecepatan, Inteligensi, dan Fleksibilitas
a. Winger Kiri yang Berbahaya
Gakpo paling sering dimainkan di sisi kiri formasi 4-3-3 Liverpool. Dari posisi ini, ia punya kebiasaan memotong ke dalam (inverted winger) lalu melepaskan tembakan melengkung dengan kaki kanannya. Teknik ini mirip dengan gaya Mohamed Salah di sisi kanan, tetapi Gakpo lebih mengandalkan kekuatan fisik dan postur tinggi untuk melindungi bola.
b. Duel Udara yang Kuat
Dengan tinggi 193 cm, Gakpo jarang kalah dalam duel udara. Ia sering menjadi target umpan silang dan merupakan ancaman nyata saat bola mati. Gol-gol sundulannya kerap datang pada momen krusial.
c. Kemampuan Finishing Dua Kaki
Meskipun kaki kanan lebih dominan, Gakpo cukup nyaman menembak dengan kaki kiri. Hal ini membuatnya sulit ditebak oleh bek lawan.
d. Daya Jelajah dan Transisi
Gakpo bukan pemain yang hanya menunggu bola. Ia rajin turun membantu pertahanan, merebut bola, dan melancarkan serangan balik. Kecepatannya dalam ruang terbuka membuat Liverpool sering memanfaatkannya sebagai outlet serangan.
e. Fleksibilitas Posisi
Selain winger kiri, Gakpo mampu bermain sebagai:
-
Penyerang tengah (false nine)
-
Gelandang serang
-
Second striker
Fleksibilitas ini yang membuat Pep Guardiola tertarik; ia menyukai pemain yang bisa mengisi beberapa peran sekaligus.
Mengapa Manchester City Menginginkan Gakpo?
Ada beberapa alasan kuat di balik ketertarikan City.
a. Kehilangan Jack Grealish
Grealish hengkang ke Barcelona dengan nilai 85 juta pound. Kepergiannya meninggalkan lubang di sisi kiri lini serang City. Saat ini, City hanya punya Jérémy Doku yang lebih suka bermain di kanan, dan Savinho yang belum konsisten.
b. Kesesuaian dengan Sistem Guardiola
Guardiola menyukai pemain yang paham ruang, mampu menjaga penguasaan bola, dan rajin menekan. Gakpo memiliki semua atribut itu. Pengalamannya di Liverpool yang juga bermain dengan pressing tinggi membuat adaptasinya diprediksi cepat.
c. Kontribusi Gol yang Tinggi
City butuh tambahan gol dari sisi sayap setelah kepergian Riyad Mahrez dan Gabriel Jesus. Gakpo yang rata-rata mencetak 0,5 gol per 90 menit adalah solusi ideal.
d. Usia Produktif
Di usia 27 tahun, Gakpo berada di puncak karier. City rela mengeluarkan dana besar karena tahu mereka membeli pemain jadi, bukan proyek.
Liverpool dikabarkan mematok harga 80 juta pound sterling untuk Gakpo. Angka ini masuk akal mengingat kontraknya baru berakhir 2028. City disebut siap menawar 65 juta plus bonus, tetapi Liverpool tidak terburu-buru menjual aset berharganya. Apalagi hubungan kedua klub sempat memanas setelah City merebut Josko Gvardiol dari Liverpool pada 2023.
Perbandingan dengan Winger Lain di EPL
| Pemain | Gol/90 menit | Assist/90 menit | Dribel/90 | Usia |
|---|---|---|---|---|
| Cody Gakpo | 0,52 | 0,34 | 2,8 | 27 |
| Jack Grealish | 0,18 | 0,22 | 1,9 | 30 |
| Jérémy Doku | 0,21 | 0,28 | 4,1 | 24 |
| Luis Díaz | 0,38 | 0,25 | 3,2 | 29 |
| Bukayo Saka | 0,44 | 0,39 | 3,0 | 24 |
Dari tabel di atas, Gakpo unggul dalam hal kombinasi gol, assist, dan dribel yang seimbang. Ia tidak sedribel Doku, tetapi jauh lebih efektif di depan gawang.
Reaksi Penggemar
Media Inggris menyebut saga transfer ini akan berlangsung alot hingga hari terakhir bursa. The Athletic menyebut Gakpo sebagai "perpaduan langka antara kekuatan, teknik, dan kecerdasan taktik". Sementara itu, fans Liverpool di media sosial terbelah: sebagian pasrah jika Gakpo pergi dengan harga besar, sebagian lagi memohon manajemen mempertahankannya.
"Menjual Gakpo ke City sama saja bunuh diri. Dia satu-satunya penyerang yang bisa diandalkan saat Salah absen," tulis seorang penggemar di X.
FAQ Seputar Cody Gakpo
1. Posisi apa yang paling cocok untuk Gakpo?
Winger kiri dalam formasi 4-3-3, tetapi ia juga bisa menjadi penyerang tengah jika diperlukan.
2. Berapa jumlah gol Gakpo untuk Liverpool hingga 2026?
Total 72 gol di semua kompetisi sejak Januari 2023.
3. Apakah Gakpo pernah menjadi top skor Liverpool?
Ya, pada musim 2025/2026 ia menjadi top skor kedua setelah Salah.
4. Apakah Gakpo memenangkan trofi bersama Liverpool?
Sejauh ini ia telah memenangkan Piala Carabao, Community Shield, dan runner-up Liga Champions.
5. Bagaimana gaya bermain Gakpo dibandingkan Grealish?
Gakpo lebih direkt dan produktif di depan gawang, sementara Grealish lebih unggul dalam menjaga penguasaan bola dan memancing pelanggaran.
6. Apakah Gakpo bisa beradaptasi dengan taktik Guardiola?
Sangat mungkin. Pengalamannya di PSV yang bermain possession football dan di Liverpool yang bermain pressing membuatnya punya bekal lengkap.
Kesimpulan
Cody Gakpo adalah salah satu penyerang sayap paling lengkap di Premier League saat ini. Statistiknya yang impresif, fleksibilitas posisi, serta karakternya yang rendah hati menjadikannya target ideal bagi Manchester City. Jika transfer ini terwujud, Guardiola akan mendapatkan senjata baru yang menambah dimensi lain dalam skema serangan City. Namun, Liverpool tentu tidak akan melepas aset berharganya begitu saja.
Satu hal yang pasti: saga transfer ini akan menjadi salah satu cerita paling menarik menjelang penutupan bursa 2026.