Dominasi Carlos Alcaraz di US Open selama beberapa tahun terakhir menjadikannya salah satu petenis paling ditakuti di Flushing Meadows. Namun, pada gelaran US Open 2026 ini, popularitas sang bintang asal Spanyol berpotensi diuji dengan sangat berat. Pasalnya, peluang publik tuan rumah untuk melihat petenis Amerika menjadi juara tunggal putra—untuk pertama kalinya dalam 23 tahun—berada di tangan Alcaraz.
Tiga petenis Amerika, Ben Shelton, Frances Tiafoe, dan Alex Michelsen, masih bertahan di undian. Ketiganya berada di paruh yang sama dengan Alcaraz, menciptakan skenario menegangkan bagi para penggemar tuan rumah.
Pada Selasa (9/9/2026) waktu setempat, juara bertahan Alcaraz akan menghadapi unggulan kedelapan Ben Shelton di babak perempatfinal. Jika petenis peraih tujuh gelar mayor itu berhasil melewati laga akbar tersebut, ia akan berhadapan dengan Tiafoe atau Michelsen di semifinal.
Dan jika Alcaraz kembali menang untuk mencapai final Flushing Meadows, penantian panjang publik Amerika untuk melihat penerus Andy Roddick—yang terakhir kali menjadi juara pada 2003—akan terus berlanjut.
Alcaraz Siap Hadapi Kerumunan New York
Carlos Alcaraz menyadari betul tantangan yang akan dihadapinya. Ia tidak hanya akan berduel melawan Ben Shelton di lapangan, tetapi juga melawan puluhan ribu pendukung tuan rumah yang memadati Arthur Ashe Stadium.
"Saya pikir dia akan menggunakan penonton, dukungan orang-orang di belakangnya, terutama saat bermain di kandang sendiri," ujar Alcaraz.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Alcaraz sudah mempersiapkan mentalnya. Atmosfer di Arthur Ashe Stadium saat melawan petenis tuan rumah selalu luar biasa bising. Energi dari 24.000 penonton bisa menjadi senjata ganda: membakar semangat sang pemain Amerika sekaligus menekan lawannya.
Namun, Alcaraz bukanlah petenis yang mudah gentar. Di usia yang masih sangat muda, ia telah membuktikan dirinya mampu tampil gemilang di panggung-panggung terbesar dunia. Pengalamannya memenangi tujuh gelar mayor menjadi bekal berharga untuk menghadapi situasi sepanas apa pun.
Harapan Besar Tuan Rumah
Ben Shelton, petenis berusia 23 tahun asal Amerika, sedang berusaha meraih kemenangan perdananya atas Alcaraz. Jika Arthur Ashe mampu membantunya menaklukkan sang juara bertahan, maka dipastikan akan ada petenis Amerika di final tunggal putra.
Sejak Andy Roddick dikalahkan Roger Federer pada final 2006, belum ada petenis Amerika yang benar-benar meraih gelar juara tunggal putra di Flushing Meadows. Taylor Fritz sempat mencapai final dua tahun lalu, tetapi harus mengakui keunggulan Jannik Sinner.
Kehadiran petenis tuan rumah di semifinal sebenarnya bukan hal yang langka. Namun, melangkah lebih jauh hingga final dan kemudian menjadi juara adalah cerita yang belum terulang sejak era Roddick. Shelton tentu ingin mengubah narasi tersebut, dan dukungan publik New York akan menjadi amunisinya.
Penghibur Sejati yang Lapar Gelar
Di sisi lain, Frances Tiafoe yang merupakan unggulan ke-11 memiliki ambisi besar. Ia pernah kalah dari Taylor Fritz di semifinal sesama petenis Amerika, dan juga disingkirkan Alcaraz di fase yang sama pada 2022. Kini, di usia 28 tahun, Tiafoe menargetkan kesempatan ketiganya untuk mencapai final Grand Slam pertamanya.
Tiafoe datang dengan modal bagus setelah mencapai final Cincinnati bulan lalu. Energi penonton New York yang selalu mendukungnya secara luar biasa membuat permainannya kian menyala.
Saat ditanya tentang rasanya mendapat dukungan sebesar itu, Tiafoe menjawab, "Ini pengalaman yang sulit dijelaskan, seperti keluar dari tubuh sendiri. Tidak ada penjelasan untuk perasaan seperti itu."
Ia melanjutkan, "Rasanya seperti kamu bahkan tidak menyentuh tanah pada satu titik. Energinya begitu tinggi, dan sepertinya level permainan ikut menyamai itu."
Tiafoe adalah tipe petenis yang hidup dari atmosfer. Semakin riuh dukungan penonton, semakin tinggi intensitas permainannya. Jika ia berhasil mencapai semifinal dan bertemu Alcaraz, pertarungannya diprediksi akan menjadi salah satu laga paling emosional di turnamen ini.
Kejutan Tenang dari Bayang-Bayang
Berbeda dengan Tiafoe yang flamboyan, Alex Michelsen adalah sosok yang lebih tenang dan tertutup. Petenis berusia 22 tahun yang menempati peringkat 46 dunia itu justru menikmati berada di "bawah radar" selama berada di Flushing Meadows.
Sementara perhatian publik tertuju pada Tiafoe, Shelton, Fritz, dan Tommy Paul, Michelsen justru diam-diam melaju ke perempatfinal Grand Slam pertamanya tanpa kehilangan satu set pun.
"Babak pertama, kedua, ketiga, semua pertandingan saya merasa gugup. Itu pengalaman manusiawi," katanya.
"Tapi ini semua tentang bagaimana kamu keluar ke lapangan dan mengelola rasa gugup itu sebaik mungkin. Saya rasa saya telah melakukannya dengan sangat baik," lanjutnya.
Dengan mencapai perempatfinal untuk pertama kalinya, Michelsen kini berada di bawah sorotan. Arthur Ashe Stadium yang megah akan menjadi panggung terbesarnya sejauh ini. Jika berhasil melewati Tiafoe, ia berpotensi menjadi penghalang bagi Alcaraz di semifinal.
Dominasi Petenis Amerika di Perempatfinal
Tahun ini, enam petenis putra dan putri Amerika berhasil mencapai babak delapan besar di Flushing Meadows—jumlah tertinggi sejak 2002. Tiga di antaranya berada di undian putra, dan tiga lainnya di undian putri.
Selain Tiafoe atau Michelsen di sektor putra, para pendukung tuan rumah juga dipastikan akan melihat setidaknya satu petenis Amerika melaju ke semifinal putri.
Jessica Pegula yang menjadi unggulan ketiga akan bertemu Emma Navarro dalam laga sesama petenis Amerika pada Selasa. Sementara Coco Gauff—yang berada di paruh lain undian—dapat bergabung dengan Pegula atau Navarro jika berhasil mengalahkan unggulan kelima asal Rusia, Mirra Andreeva, pada Rabu.
Berbeda dengan sektor putra yang sudah lama menanti juara, sektor putri tidak mengalami kekeringan gelar yang panjang. Coco Gauff, yang kini berusia 22 tahun, berpeluang meraih gelar keduanya di US Open setelah menjuarai turnamen ini pada 2023 saat masih remaja.
Jessica Pegula dan Emma Navarro
Jessica Pegula, 31 tahun, adalah finalis US Open 2024 yang kalah dari Aryna Sabalenka. Konsistensinya di WTA Tour tidak diragukan lagi, tetapi gelar mayor pertama masih terus ia buru.
Sementara itu, Emma Navarro, 25 tahun, belum pernah mencapai babak sejauh ini sejak 2024. Ia sempat mundur dari tur karena masalah kesehatan awal musim ini, tetapi kini sedang menemukan kembali performa terbaiknya.
Setelah mengalahkan Anna Kalinskaya dari Rusia di babak 16 besar, Navarro berkelakar bahwa ia seharusnya sudah mulai mengambil hati penonton sejak awal.
"Saya seharusnya berbicara sedikit dengan penonton, meminta mereka kembali dan mendukung saya untuk pertandingan itu. Saya pasti akan membutuhkan mereka," ujarnya.
Momen Krusial bagi Tenis Amerika
US Open 2026 menjadi momen yang sangat penting bagi tenis Amerika. Di sektor putra, kehadiran tiga wakil di perempatfinal memicu harapan besar bahwa penantian panjang sejak era Andy Roddick akan segera berakhir.
Di sektor putri, meskipun tidak ada kekeringan gelar, kebanggaan nasional tetap menjadi taruhan. Melihat dua petenis Amerika bertarung di perempatfinal putri adalah bukti kekuatan regenerasi tenis putri Amerika Serikat.
Namun, di balik semua itu, ada satu nama yang siap merusak pesta: Carlos Alcaraz. Petenis Spanyol ini tidak hanya ingin mempertahankan gelar, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu petenis terbaik generasinya.
Mampukah Alcaraz Membungkam Publik New York?
Pertanyaan besar yang menggantung di Flushing Meadows adalah: mampukah Carlos Alcaraz menghadapi tekanan luar biasa dari penonton tuan rumah?
Di satu sisi, Alcaraz adalah petenis dengan mental baja. Ia telah membuktikan diri mampu menang di berbagai kondisi sulit, termasuk melawan petenis tuan rumah di hadapan pendukung mereka sendiri.
Di sisi lain, atmosfer di Arthur Ashe Stadium saat mendukung pemain Amerika adalah salah satu yang paling intens di dunia tenis. Jika Shelton, Tiafoe, atau Michelsen mampu memanfaatkan energi tersebut, bukan tidak mungkin kejutan akan terjadi.
Yang jelas, perjalanan Alcaraz menuju final tidak akan mudah. Setiap langkah akan dipenuhi rintangan, baik dari lawan di lapangan maupun dari riuhnya dukungan untuk tuan rumah.
Penutup
US Open 2026 menyajikan drama yang tidak hanya tentang teknik dan strategi, tetapi juga tentang emosi, kebanggaan, dan sejarah. Carlos Alcaraz berdiri di persimpangan: ia bisa menjadi pahlawan yang mempertahankan gelar, atau menjadi antagonis yang menggagalkan impian bangsa tuan rumah.
Bagi publik Amerika, ini adalah kesempatan terbaik dalam lebih dari dua dekade untuk melihat salah satu dari mereka mengangkat trofi di Flushing Meadows. Bagi Alcaraz, ini adalah ujian mental terbesarnya di turnamen yang telah ia taklukkan sebelumnya.
Apapun hasilnya, pertarungan di Arthur Ashe Stadium pada pekan ini akan menjadi salah satu cerita terbesar dalam sejarah US Open modern. Dunia akan menyaksikan apakah sang juara bertahan mampu membungkam 24.000 pendukung New York, atau justru tuan rumah yang akhirnya merayakan kebangkitan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Siapa saja petenis Amerika yang masih bertahan di US Open 2026?
Ben Shelton, Frances Tiafoe, dan Alex Michelsen adalah tiga petenis Amerika yang masih berada di undian putra. Sementara di putri ada Jessica Pegula, Emma Navarro, dan Coco Gauff.
2. Kapan Carlos Alcaraz bermain di perempatfinal?
Alcaraz dijadwalkan menghadapi Ben Shelton di perempatfinal pada Selasa, 9 September 2026 waktu setempat.
3. Kapan terakhir kali petenis Amerika menjuarai US Open tunggal putra?
Terakhir kali adalah Andy Roddick pada 2003.
4. Apakah Taylor Fritz pernah mencapai final US Open?
Ya, Taylor Fritz mencapai final US Open dua tahun lalu tetapi kalah dari Jannik Sinner.
5. Siapa yang menjadi juara US Open 2023 putri?
Coco Gauff menjuarai US Open 2023 putri saat masih berusia remaja.
6. Apa kata Alex Michelsen tentang rasa gugup?
Michelsen mengaku selalu merasa gugup di setiap pertandingan, tetapi ia berhasil mengelolanya dengan baik.
7. Bagaimana pendapat Carlos Alcaraz tentang dukungan penonton untuk Shelton?
Alcaraz memperkirakan Shelton akan memanfaatkan dukungan penonton di rumahnya sendiri.
8. Apakah Frances Tiafoe pernah mencapai final Grand Slam?
Belum. Tiafoe pernah mencapai semifinal tetapi belum pernah melangkah ke final.
9. Berapa banyak petenis Amerika yang mencapai perempatfinal tahun ini?
Enam petenis Amerika mencapai perempatfinal, tiga di putra dan tiga di putri.
10. Apakah Alcaraz pernah juara di Arthur Ashe Stadium sebelumnya?
Ya, Alcaraz adalah juara bertahan di US Open dan telah memenangkan turnamen ini sebelumnya.