Finansial

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas Rp206,94 Triliun dari AS ke London

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas Rp206,94 Triliun dari AS ke London

Bank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/DNB) mengambil langkah strategis dengan memindahkan cadangan emasnya senilai USD 11,73 miliar atau setara Rp 206,94 triliun (dengan kurs Rp 17.642 per dolar AS) dari Amerika Serikat dan Kanada ke Inggris. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan krisis finansial sistemik.

Keputusan ini menjadi perhatian luas karena melibatkan jumlah yang sangat besar dan mencerminkan kekhawatiran mendalam dari negara-negara Eropa terhadap stabilitas sistem keuangan internasional yang berbasis pada dolar AS.

Latar Belakang Relokasi Emas

Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (6/9/2026), DNB menjelaskan bahwa relokasi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan, kesiapan krisis, serta fleksibilitas transaksi cadangan emas negara. Langkah ini bukan sekadar perubahan lokasi penyimpanan, melainkan bagian dari strategi besar untuk melindungi aset nasional di tengah gejolak global.

Direktur DNB, Olaf Sleijpen, menegaskan bahwa keputusan ini diambil bukan karena Belanda berencana menggunakan emasnya dalam waktu dekat. Sebaliknya, ini adalah langkah antisipasi untuk memastikan bahwa jika sewaktu-waktu dibutuhkan, cadangan emas tersebut dapat diakses dengan cepat dan mudah.

"Dengan relokasi ini, kami telah meningkatkan kemampuan transaksi cadangan emas kami. Kami berharap tidak perlu menggunakannya, namun kami perlu memperkuat ketahanan dan kesiapan kami," ujar Olaf Sleijpen.

Alokasi Penyimpanan Emas Belanda

Belanda mencatat total cadangan emas sebanyak 612,4 ton dengan nilai mencapai USD 83,8 miliar atau sekitar Rp 1.478,39 triliun. Sebelum relokasi, alokasi penyimpanan emas Belanda tersebar di beberapa lokasi:

Setelah pemindahan dari Amerika Utara ke Inggris, porsi penyebarannya kini menjadi lebih seimbang:

Dengan demikian, London kini menjadi lokasi penyimpanan terbesar untuk cadangan emas Belanda, melampaui pusat kas di Zeist maupun New York.

Metode Pemindahan

Proses pemindahan senilai Rp 206,94 triliun ini dilakukan melalui dua metode, yaitu kombinasi transaksi jual-beli antar-lokasi serta pengiriman batangan emas secara fisik.

1. Transaksi Jual-Beli Antar-Lokasi

DNB menjual sekitar 59 ton emas senilai USD 8,3 miliar atau setara Rp 146,42 triliun di New York dan membelinya kembali di London. Metode ini memungkinkan DNB untuk memindahkan kepemilikan emas tanpa harus mengirimkan batangan secara fisik melintasi Atlantik.

2. Pengiriman Fisik

Sebanyak 27 ton emas senilai USD 3,84 miliar atau setara Rp 67,74 triliun dipindahkan secara fisik dari AS dan Kanada ke Zeist, sementara emas dalam jumlah setara dialihkan dari Zeist ke London. Langkah ini dilakukan agar tidak perlu melalui proses peleburan ulang, yang akan memakan waktu dan biaya tambahan.

Alasan Memilih London

DNB menegaskan bahwa London dipilih karena dipandang sebagai pasar emas paling likuid dan aman untuk perdagangan cepat saat krisis. Hal ini sangat penting karena dalam situasi darurat, kemampuan untuk menjual atau memindahkan emas dengan cepat bisa menjadi penentu.

DNB menilai cadangan emas yang disimpan di New York dan Ottawa tidak dapat dimanfaatkan secepat dan selangsung itu dalam situasi krisis darurat. Jarak geografis, perbedaan zona waktu, dan prosedur administrasi di Amerika Utara dianggap kurang fleksibel dibandingkan dengan London.

Respons terhadap Ketegangan Geopolitik

Sejumlah analis menilai langkah Belanda ini tak lepas dari respons atas kebijakan luar negeri AS serta dinamika geopolitik global. Non-Resident Senior Fellow Middle East Council on Global Affairs, Frederic Schneider, menyebut kekhawatiran atas penggunaan sistem keuangan dan dolar sebagai instrumen tekanan geopolitik mendorong banyak negara Eropa untuk memindahkan atau merepatriasi cadangan emas mereka.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan berbagai negara telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan sanksi dan pembatasan akses terhadap sistem keuangan internasional membuat banyak negara berpikir ulang tentang keamanan aset-aset mereka di luar negeri, termasuk cadangan emas.

Dengan memindahkan emas dari AS dan Kanada ke Inggris, Belanda berusaha mengurangi ketergantungan pada wilayah yang dianggap berpotensi membatasi akses terhadap aset tersebut di masa depan.

Implikasi bagi Pasar Emas Global

Langkah DNB ini merupakan salah satu contoh dari tren global yang lebih luas. Beberapa negara Eropa lainnya juga dilaporkan telah mempertimbangkan atau melakukan repatriasi emas mereka dari luar negeri, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Pemindahan emas dalam jumlah besar seperti ini tentu memiliki implikasi terhadap pasar emas global. London sebagai pusat perdagangan emas dunia akan semakin memperkuat posisinya sebagai lokasi penyimpanan utama bagi cadangan emas negara-negara Eropa.

Sementara itu, porsi penyimpanan emas di New York dan Ottawa yang selama ini menjadi lokasi tradisional penyimpanan cadangan emas dunia akan semakin berkurang. Ini adalah pergeseran yang signifikan dalam peta penyimpanan emas global.

Penutup

Keputusan De Nederlandsche Bank untuk memindahkan cadangan emasnya dari Amerika Serikat dan Kanada ke Inggris adalah sinyal kuat tentang perubahan lanskap geopolitik global. Belanda, seperti banyak negara Eropa lainnya, semakin menyadari pentingnya fleksibilitas dan kemandirian dalam mengelola aset-aset strategis nasional.

Dengan total cadangan emas mencapai 612,4 ton dan nilai lebih dari Rp1.478 triliun, Belanda tentu tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu. Pemindahan ini adalah langkah antisipasi yang matang untuk melindungi kekayaan negara dari berbagai kemungkinan skenario buruk.

Langkah ini juga menjadi pengingat bahwa sistem keuangan internasional sedang mengalami pergeseran. Ketergantungan pada dolar AS dan infrastruktur keuangan Amerika Serikat tidak lagi dianggap sepenuhnya aman oleh banyak negara. Di era baru ini, diversifikasi lokasi penyimpanan aset menjadi strategi yang semakin penting.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Berapa nilai emas yang dipindahkan oleh DNB?

DNB memindahkan cadangan emas senilai USD 11,73 miliar atau setara Rp 206,94 triliun.

2. Dari mana dan ke mana emas tersebut dipindahkan?

Emas dipindahkan dari Amerika Serikat (New York) dan Kanada (Ottawa) ke Inggris (London).

3. Mengapa DNB memindahkan emasnya?

Pemindahan dilakukan untuk memperkuat ketahanan, kesiapan krisis, serta fleksibilitas transaksi cadangan emas di tengah ketegangan geopolitik global.

4. Berapa total cadangan emas Belanda?

Total cadangan emas Belanda adalah 612,4 ton dengan nilai USD 83,8 miliar atau sekitar Rp 1.478,39 triliun.

5. Bagaimana metode pemindahan emas dilakukan?

Metode yang digunakan adalah kombinasi transaksi jual-beli antar-lokasi dan pengiriman fisik batangan emas.

6. Mengapa London dipilih sebagai lokasi baru?

London dipilih karena merupakan pasar emas paling likuid dan aman untuk perdagangan cepat saat krisis.

7. Bagaimana alokasi penyimpanan emas setelah relokasi?

Pasca-pemindahan, alokasi menjadi: Zeist 30,8 persen, London 32,1 persen, New York 18,5 persen, dan Ottawa 18,5 persen.

8. Apakah langkah ini terkait dengan ketegangan geopolitik?

Ya, analis menilai langkah ini dipengaruhi oleh kekhawatiran atas penggunaan sistem keuangan dan dolar AS sebagai instrumen tekanan geopolitik.

9. Apakah negara lain juga memindahkan emasnya?

Ya, beberapa negara Eropa dilaporkan telah mempertimbangkan atau melakukan repatriasi emas mereka dari luar negeri.

10. Kapan pemindahan ini dilakukan?

Pemindahan ini dilaporkan pada Minggu, 6 September 2026, setelah dilakukan oleh DNB dalam beberapa waktu terakhir.